Target 30 Juta Rumah Terkoneksi Internet Pada 2024 | BECABUILT

Target 30 Juta Rumah Terkoneksi Internet Pada 2024

Jakarta, becabuilt.technology – Asosiasi Penyelenggara Internet Indonesia (APJII) memasang target 30 juta rumah terkoneksi internet pada 2024. Sekjen APJII Henri Kasyfi optimis target itu bisa tercapai jika melihat pertumbuhan pengguna internet Tanah Air yang terus meningkat.

Menurut catatan APJII saat ini terdapat sekitar 60 juta rumah di Indonesia. Dari jumlah itu hanya 10 juta rumah yang sudah terkoneksi dengan internet. Rumah menjadi ukuran yang penting karena di dalamnya di hitung sebagai keluarga pengguna internet mulai dari ibu, ayah, anak dan penghuni lainnya.

“Harapan kami dalam waktu lima tahun ke depan 30 juta rumah sudah terkoneksi. Kira-kira tahun 2024,” kata Henri usai presentasi Survei APJII tahun 2018 di Jakarta, Rabu (15/05/2019).

Survei menyatakan hanya sekitar 14 persen pengguna internet Tanah Air yang berlangganan tetap di rumah. Jika di kalkulasi jumlahnya mencapai 23,9 juta pengguna. 

Mayoritas 79,5 persen atau 136 juta merupakan pengguna internet yang tidak berlangganan tetap di rumah sehingga berkorelasi kuat dengan pengguna smartphone yang terkoneksi internet sebanyak 93,9 persen atau sekitar 160 juta.
AUDIENSI DENGAN GUBERNUR SELURUH INDONESIA

Lantas bagaimana langkah awal APJII untuk mencapai target 30 juta rumah tersebut. Henri mengatakan dalam waktu dekat APJII akan melakukan audiensi dengan seluruh gubernur di seluruh Indonesia. 

Tujuannya memberikan potret kepada kepala daerah untuk mengambil langkah strategis memperdalam penetrasi internet hingga pelosok. Menurut Henri tahun depan APJII akan melakukan survei penetrasi internet di seluruh kabupaten Indonesia.

“Maka untuk itu kami ingin menemui seluruh gubernur dan jajarannya. Kami akan melakukan audiensi sehingga nanti kepala daerah itu tahu apa yang akan dilakukan ke depan,” ujar Henri.

Fakta lainnya menurut Henri adalah pengguna internet di Indonesia ternyata menempatkan harga sebagai nomor dua. Pertimbangan pertama pengguna adalah coverage dan kualitas internet.

“Malah survei kami mengatakan tidak ada yang komplain harga mahal, tapi komplain paling banyak adalah soal coverage. Artinya, kalau memang bisa terkoneksi orang akan bayar,” ujarnya.

Kemudian APJII juga punya konsep meningkatkan efisiensi nasional penggunaan internet. Konsep ini, kata dia, dilakukan lewat cara optimalisasi 13 pengurus wilayah APJII yang berkoordinasi dengan pemerintah setempat misalnya menggunakan infrastruktur bersama dan sebagainya.

“Infrastruktur bersama inilah yang akan meningkatkan efisiensi nasional. Misalnya kami tidak perlu menggelar puluhan kabel seperti 10 kabel 10 operator, tapi bagaimana membuatnya efisien dengan dua kabel tapi operator yang main banyak.”