Talenta Digital Kurang, Ini Kata Warektor Unpad | BECABUILT

Talenta Digital Kurang, Ini Kata Warektor Unpad

Jakarta, becabuilt.technology – Wakil Rektor Universitas Padjadjaran, Keri Lestari, mengatakan Indonesia harus memperbanyak jalur pendidikan informal termasuk jumlah pengajar untuk meningkatkan kuantitas maupun kualitas talenta digital.
Keri melihat langkah ini sebenarnya telah dilakukan, tapi belum maksimal untuk negara sebesar Indonesia. Apalagi tren global terus berlomba mempersiapkan digitalisasi di segala bidang.
“Kalau pendidikan formal jelas ada kurikulum dan sistemnya. Nah, jalur informal beda karena orangnya autodidak dan biasanya ilmunya tidak di dapat di jalur formal,” kata Keri kepada becabuilt.technology di Jakarta, Kamis (23/05/2019).
Survei Google Temasek 2018 menyebut nilai ekonomi digital Indonesia mencapai 100 miliar USD pada 2025. Survei itu menyebut Indonesia telah menjadi kekuatan terbesar ekonomi digital Asia Tenggara diikuti Vietnam, Thailand, Filipina dan Malaysia. 
How to doing digital, menurut Keri, masih sangat minim seperti digital trading, digital transportasi, digital marketing hingga digital traveling. Itu belum termasuk tahap keamanan dan kenyamanan berbisnis digital seperti cybersecurity skill.  
Pendidikan informal bisa diperbanyak dengan menyediakan jalurnya di sekolah dan universitas. Jalur informal, kata dia, jika ditunjang dengan sertifikasi dan pengakuan dari institusi resmi akan membuka kesempatan memasuki dunia kerja.
“Atau mengembangkan bisnis sendiri. Kalau saya lebih memilih yang ini,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi banjirnya bisnis digital, Keri menilai talenta digital harus diberikan kesempatan untuk berjejaring. Jaringan akan membuka cakrawala yang lebih luas sehingga terbuka kesempatan memasarkan produk atau menjual skill tersebut. Ia berharap jaringan ini diperbanyak tidak hanya di kota besar, tapi sampai tingkat desa atau kampung.
Saat ini Keri melihat jejaring efektif baru diciptakan lewat jalur terorganisir misalnya Bukalapak, Tokopedia atau GoJek. Kedua startup itu berhasil mengumpulkan jutaan talenta digital atau peminat digital yang memutar uang amat besar.
Bagaimana dengan jejaring yang beraktivitas digital dari rumah dan hanya memiliki toko di media sosial Instagram maupun Facebook?
Keri mengatakan jalur ini bisa disentuh dengan mendatangi langsung rumah-rumah tersebut atau mengumpulkannya. Kegiatan ini, kata dia, bisa dilakukan oleh institusi resmi seperti kampus yang menggalakkan pusat pendidikan dan pelatihan untuk memperbanyak talenta digital.
“Unpad punya pusat inkubator bisnis yang melakukan berbagai pelatihan digital marketing, digital bisnis sampai bagaimana berkomunikasi dengan baik di dunia digital.”