Studi: Orang Indonesia Pakai Internet untuk Apa Saja?  | BECABUILT

Studi: Orang Indonesia Pakai Internet untuk Apa Saja? 

Jakarta, Cyberthreat.Id – Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) dan Laboratorium Data Persada dengan dukungan Google, memperlihatkan prilaku masyarakat Indonesia dalam menggunakan jaringan internet. 
Hasilnya, sebanyak 93 persen responden menggunakan internet untuk aplikasi perpesanan semacam WhatsApp. 
Temuan itu disampaikan dalam diskusi seputar ekonomi digital di ajang Pasar IDEA di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta, 15 Agustus 2019. 
Dalam pemaparannya, Direktur Riset Indef Berly Martawardaya mengatakan setelah aplikasi perpesanan, jaringan internet digunakan untuk mengakses berita dan entertainment. 
Berikutnya, digunakan untuk mengakses sosial media (76,9%), video (73,3%), informasi produk (42,9%), belanja barang dan jasa (42,2%), mendengarkan musik (41,2%), email (39,9%), TV online/streaming (25,1%), e-banking (15,2%), menjual barang dan jasa (13,4%), dan akses fintech non bank sebesar 3,9 persen. 

Studi ini juga menyebutkan, akses internet dalam lima tahun terakhir mengalami peningkatan 2,6 kali lipat, dari 13,8 persen populasi penduduk Indonesia pada 2013 menjadi 36,3 persen pada 2018. 
Selain itu, akses internet oleh 20 persen penduduk termiskin meningkat enam kali lipat dari 3% hingga 18% atau 9,3 juta penduduk Indonesia di 2018. Angkat ini melampaui pertumbuhan akses internet pada penduduk menengah ke atas atau kaya yang hanya naik hampir dua kali lipat dari 43 persen menjadi 61 persen dalam lima tahun terakhir. 
“Mengingat masih banyaknya populasi yang belum terkoneksi, digitalisasi akan terus mentransformasikan berbagai aspek kehidupan sosial dan ekonomi Indonesia dalam lima tahun kedepan. Jika pemerintah dapat menggandakan akses internet pada 2024, maka dampak transformasi akan semakin merata,” kata Berly. 
Berly Martawardaya juga mengatakan ekonomi digital juga telah membuka setidaknya 5,7 juta lapangan kerja baru atau 4,5 persen dari total keseluruhan tenaga kerja. []