Startup di Sektor Agrikultur dan Pariwisata Menjanjikan | BECABUILT

Startup di Sektor Agrikultur dan Pariwisata Menjanjikan

Jakarta, becabuilt.technology – Pelaksana Program 1000 Startup Digital, Fadli Wilihandarwo, mengatakan startup di sektor agrikultur dan pariwisata sangat menjanjikan. Menurut dia, banyak masalah di kedua sektor tersebut di tengah potensi Indonesia yang amat besar.
“Karena Indonesia memang masih banyak masalah di kedua sektor ini,” kata Fadli usai menjadi narasumber di pressroom Kementerian Kominfo, Senin (20/05/2019).
Di sektor agrikultur Indonesia menghadapi persoalan akibat berkurangnya lahan secara terus menerus sementara pemukiman dan jumlah penduduk bertambah. Jika tidak diatasi menurut Fadli bakal muncul persoalan lebih jauh antara supply and demand. 
Fadli mencontohkan konsep urban farming di Yogyakarta yang menghasilkan sayur mayur lewat pekarangan rumah memanfaatkan data dari kondisi tanaman. Konsep ini, kata dia, dilakukan dengan menanam sensor di bagian tubuh tanaman.
“Mereka kemudian menciptakan aplikasi yang bisa mendeteksi sensor. Misal kelembaban tanaman hingga kapan dan berapa banyak air yang disiram bisa diketahui,” ujarnya.
Cara seperti itu terbukti meningkatkan hasil panen. Menurut Fadli startup agrikultur bisa dieksplorasi lagi seperti penjualan perlengkapan pertanian dan pupuk, penjualan hasil panen, sistem pengelolaan sawah hingga pinjaman modal untuk petani.
Kemudian di sektor pariwisata Fadli menilai potensi keindahan Indonesia amat besar. Januari 2019 startup Triponyou memenangkan penghargaan pariwisata tingkat dunia dari Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO) di Madrid, Spanyol.
Triponyou adalah marketplace wisata yang menghubungkan wisatawan dengan masyarakat lokal penyedia jasa wisata. Tidak hanya mengemasnya dalam teknologi, tapi sistemnya memberdayakan dan menyediakan lapangan kerja untuk masyarakat sekitar.
“Dua ini sektor kan promising bagi Indonesia ketimbang marketplace yang lain dan sudah umum,” ujarnya.
Fadli mengatakan Program 1000 Startup Digital gratis karena menggunakan fee dari negara. Namun, ia mengingatkan bahwa untuk pendanaan sebisa mungkin peminat startup ini harus mandiri karena yang diutamakan adalah transfer teknologi.
“Istilahnya pemerintah tidak memberikan dana, tapi knowledge dan capacity building. Kadang saat diberi pendanaan mereka jadi manja.”