Sriwijaya Air Kembangkan AI Bernama SRIVA | BECABUILT

Sriwijaya Air Kembangkan AI Bernama SRIVA

Jakarta, becabuilt.technology – Maskapai Sriwijaya Air mengembangkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk memperluas penjualan dan pengembangan produknya.
Di dalam aplikasi mobilenya, Sriwijaya Air menanamkan AI bernama SRIVA atau Sriwijaya Virtual Assistance.
“Untuk tahap awal SRIVA ini kami develop untuk membantu penjualan,” kata VP Distribution Channel Digital Business and Cargo Sriwijaya Air, Ferdian, saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Senin (15 Juli 2019).
Saat ini SRIVA baru mampu melayani pembelian tiket lalu melengkapinya dengan kebutuhan penerbangan seperti booking detail dan seterusnya. 
Ke depan, kata Ferdian, SRIVA akan dikembangkan untuk memahami perilaku customer yang akan disinkronkan dengan layanan informasi hingga menu makanan dan minuman selama penerbangan.
“Misalnya tanya delay pesawat, jadwal penerbangan, menu makanan dan minuman tersedia semua bisa ditanya ke SRIVA. Itu bentuknya interaktif dimana pengguna bisa ngobrol dengan SRIVA,” ujarnya.
SRIVA juga akan menjadi daya tarik bagi customer Sriwijaya Air terutama kaum milenial. Aspek teknologi dan informasi menjadi salah satu pertimbangan Sriwijaya untuk mengembangkan SRIVA lebih jauh.
“Kami juga pelajari perilaku customer Milenial. Setelah itu kami tawarkan apa yang menjadi kesukaan mereka.”
Sebelumnya, Direktur Niaga Sriwijaya Air, Joseph Tendean, menjelaskan terobosan teranyar mereka adalah memberikan sentuhan fitur baru pada Mobile Apps Sriwijaya Air.
Diantara fitur tersebut adalah memberikan kemudahan lewat layanan one stop service. Mulai dari pendaftaran anggota Garuda Miles, redemption miles dan kalkulator perhitungan miles tiap rute. 
Channel pembayaran digital juga diperbanyak lewat Kartu Kredit, ATM, E-Banking serta OVO dan LinkAja.
“Dengan fitur baru ini kini pelanggan bisa melakukan prebook meals, seat selection sampai prepaid baggage dan lower price preview. Kemudian ada kemudahan web check in dan akses ke detail informasi penerbangan penumpang,” ujar Joseph.