Situs Web Pengunjuk Rasa Hong Kong Diserang DDoS dari China | BECABUILT

Situs Web Pengunjuk Rasa Hong Kong Diserang DDoS dari China

Hong Kong,becabuilt.technology- Sebuah situs web, yang dijadikan sebagai forum online para pengunjuk rasa di Hong Kong dilaporkan telah mendapat serangan Distributed Denial-of-Service (DdoS) yang berasal dari China.
Situs web yang dinamakan LIHKG, yang juga sering disebut sebagai versi Reddit di negara tersebut, dimanfaatkan oleh para pengunjuk rasa sebagai rumah mereka untuk berdiskusi dan menyiapkan protes terhadap RUU ekstradisi yang diterapkan pemerintahan China.
Dikutip dari ThreatPost, Selasa, (3 September 2019), dalam sebuah pernyataan resmi di web, LIHKG mengungkapkan, serangan DDoS mulai menargetkan situs web pada 31 Agustus 2019, di mana pengunjung unik naik menjadi 6,5 juta dan total permintaan melebihi 1,5 miliar per jam.
Dalam insiden serangan tersebut, lalu lintas masuk tiba-tiba membanjiri situs web, dan berasal dari berbagai sumber. LIHKG mengaku, pihaknya tidak mungkin menghentikan serangan tersebut, hanya dengan memblokir satu sumber.
“Kami memiliki alasan untuk percaya bahwa ada kekuatan, atau bahkan kekuatan tingkat nasional di belakang untuk mengatur serangan seperti botnet dari seluruh dunia dimanipulasi dalam meluncurkan serangan ini,” kata situs web itu.
Lalu, yang menjadi pertanyaan, siapa tersangka utama? Meskipun seseorang tidak yakin tentang asal-usul serangan semacam itu, LIHKG menuding bahwa, China berada di belakang serangan tersebut. 
Admin group situs web tersebut, bahkan menyebut secara terang-terangan menyebut bahwa China yang melakukan serangan tersebut. “beberapa serangan berasal dari situs web di China,” tulis admin group.
Saat ini, LIHKG menggunakan layanan perlindungan serangan DDoS yang disediakan oleh Cloudflare.  Namun pernyataan dari situs web menyatakan bahwa serangan siber skala besar terhadap situs web belum berhenti, dan layanan mungkin masih akan tiba-tiba terpengaruh.
Berkaca dari insiden tersebut, ini bukan pertama kalinya China dituduh melakukan serangan DDoS kepada demonstran HongKong.  Pada bulan Juni, belum lama ini, layanan aplikasi pesan instan populer yang berfokus pada privasi Telegram, juga mengalami serangan DDoS besar-besaran. Di mana layanannya di Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya terganggu.
Dalam pernyataan resmi, pendiri Telegram Pavel Durov menyalahkan pemerintah China di balik serangan itu.
“Alamat IP kebanyakan berasal dari Tiongkok. Secara historis, semua DDoS berukuran aktor negara (200-400 Gb / s sampah) yang kami alami bertepatan dengan protes di Hong Kong (dikoordinasikan di @telegram). Kasus ini bukan pengecualian,” cuit Durov melalui akun Twitternya.