Sign in with Apple: Kenalkan Proteksi Privasi dari Apple | BECABUILT

Sign in with Apple: Kenalkan Proteksi Privasi dari Apple

San Jose, becabuilt.technology – Perlindungan data pribadi menjadi isu penting di dunia teknologi informasi saat ini. Setelah beberapa waktu lalu, CEO dan Pendiri Facebook Mark Zuckerberg menyatakan, bahwa masa depan Facebook lebih konsen pada isu perlindungan data pengguna, kini giliran Apple melakukan hal serupa.
Hal itu disampaikan perusahaan dalam pertemuan tahunan di San Jose, California, Amerika Serikat, Selasa (4/6/2019) waktu setempat.
“Apple memiliki cara baru untuk menghentikan situs web dan layanan pihak ketiga untuk mendapatkan informasi ketika pengguna mendaftar ke suatu aplikasi,” tulis TechCrunch, Selasa.
Seperti diketahui, pengguna smartphone selama ini selalu ditawarkan untuk masuk (sign in) di sebuah aplikasi dengan satu klik melalui Facebook, Google, atau Twitter. Namun, Apple sekarang mencoba melindungi pengguna dari langkah itu. “Apple akan mencegah Anda dilacak secara daring,” tulis CNET.
Kepala Teknik Peranti Lunak Apple, Craig Federighi, mengatakan, untuk saat ini langkah tersebut memang terasa nyaman bagi pengguna, tetapi itu juga bisa mengorbankan privasi pengguna. “Informasi pribadi Andi terkadang dibagikan di belakang layar dan info masuk ini dapat digunakan untuk melacak Anda,” ujar Federighi dalam konferensi tahunan Apple bersama pengembang (developer).
Apple, kata dia, pun mempertimbangkan bagaimana caranya lebih baik agar tidak terjadi pelanggaran privasi. Maka, Apple membolehkan untuk pengembang untuk menambahkan tombol “Sign in with Apple”, fitur yang mulai tersedia di iOS 13 yang tersedia pada iPhone terbaru akhir tahun ini. Fitur ini juga akan beroperasi di iPad, Apple Watch, dan Mac.
Apple menyatakan, fitur tersebut dapat mengautentikasi (proses validasi identitas) pengguna menggunakan Face ID di iPhone tanpa menyerahkan data pribadi ke perusahaan pihak ketiga atau pengembang aplikasi.
Federighi mengatakan, pengguna dapat membuat akun baru pada aplikasi menggunakan tombol satu-klik sendiri “tanpa mengungkapkan informasi pribadi baru.”
Selain itu, kata dia, ketika aplikasi meminta nama dan alamat email, biasanya diisi secara otomatis dengan satu-klik masuk dari situs jejaring sosial, pengguna diberi pilihan untuk memberikan informasi itu atau tidak. Jika pengguna tidak ingin memberikan informasi email asli, Apple akan secara otomatis menghasilkan alamat email “relay” acak yang menyembunyikan alamat email asli pengguna.
“Itu kabar baik, karena masing-masing pengguna mendapatkan alamat unik acak,” ujar Federighi.
Cara Kerja
Fitur ini menggunakan Apple ID pengguna sebagai kredensial untuk masuk (log-in) ke situs web dan aplikasi, alih-alih mengetikkan alamat email pengguna. Di iPhone iOS 13 kelak ada opsi masuk dengan fitur “Sign in with Apple” atau email pengguna. Setelah itu, pengguna diminta untuk verifikasi dengan Face ID untuk seri iPhone X ke atas atau 3D Touch (sidik jari) seri iPhone 8 ke bawah.
Bagaimana kita bisa tahu opsi log-in Apple akan muncul di semua aplikasi?
Untuk saat ini fitur “Sign in with Apple” baru pengujian versi beta pengembang dan beta versi publik pada Juli mendatang. Rencana, aplikasi baru mendukung fitur tersebut saat tersedia secara komersial akhir tahun ini (kemungkinan sekitar September 2019).
Mengapa Apple membuat fitur ini?
Fitur tersebut bagian dari rencana Apple untuk menjadikan privasi sebagai nilai jual utama dari pesaingnya. “Pesaing Apple menggunakan layanan masuk mereka, tapi membuat profil pengguna dipakai sebagai target iklan,” seperti dikutip dari CNET.
Namun, gagasan Apple itu bukannya tanpa sebuah pertanyaan mendasar. “Beberapa telah mempertanyakan bagaimana Apple akan memikat pengembang untuk menggunakan layanan ‘Sign in with Apple’ yang melindungi privasi pengguna–mengingat pengembang akan kehilangan data pemasaran potensial?”
Apple mengatakan, dinukil dari CNET, perusahaan menghasilkan penghasilan dari penjualan perangkat dan layanan dan “bukan dari iklan sehingga tidak tertarik dengan informasi pengguna.”
Bagaimana jika pengguna memilih memakai email?
Jika Anda mau, bisa juga memilih untuk menyembunyikan alamat email dan meminta Apple membuat alamat acak untuk pengguna. Dengan begitu, pengguna dapat memilih untuk membagikan email asli atau email tiruan. Selanjutnya, “Aplikasi atau situs web akan mendapatkan email placeholder (kolom email) dan semua pesan akan diteruskan ke alamat email asli pengguna sehingga identitas pengguna terlindungi,” demikian penjelasan Apple.