Selain Tutup Akun WhatsApp, Kominfo Tindak 2.800 URL Hoaks | BECABUILT

Selain Tutup Akun WhatsApp, Kominfo Tindak 2.800 URL Hoaks

Jakarta, becabuilt.technology – Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan, pengidentifikasian akun-akun WhatsApp yang dipakai untuk menyebarkan konten provokatif dan hoaks sebetulnya telah dilakukan sejak Agustus 2018.
Setelah melakukan kajian lebih lanjut, tim internal Kominfo pun memutuskan untuk menutup akun-akun tersebut. Dari situlah, latar belakang pemerintah menutup 61.000 akun WhatsApp hingga pekan lalu.
Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu, mengatakan, temuan akun-akun penyebar hoaks paling terbanyak terjadi pada pekan lalu bersamaan pada Demo 22 Mei.

Berita Terkait:

Menkominfo: 61.000 Akun WhatsApp Telah Ditutup

“Nomor-nomor WhatsApp yang ditutup tersebut tidak bisa dipakai lagi. Jika orang tersebut mau memakai WhatsApp harus pakai nomor baru lagi,” ujar Nando, sapaan akrabnya, kepada becabuilt.technology, Senin (27/5/2019) malam.
Menurut Nando, sapaan akrabnya, WhatsApp Group (WAG) cenderung lebih banyak dipakai untuk menyebarkan konten negatif dan hoaks.
Terkait dengan Demo 22 Mei, penyebaran hoaks tidak hanya terjadi di WAG. Pantauan tim Kominfo, setelah pembatasan medsos dan WhatsApp, penyebaran juga dilakukan melalui situs web.
“Ada 2.800 URL yang menyebarkan hoaks sama, mendaur ulang saja. Tautannya lalu dikirim ke medsos. Saat ini sedang proses take down (menutup),” kata dia.
Hasil pantauan tim Kominfo, konten-konten yang disebarkan tersebut seperti Pengumuman KPU Senyap-Senyap, Personil Brimob Menyamar Pakai Baju TNI AL, Polisi Menembaki Para Demonstran di dalam Masjid, Di Jalan Sabang Sudah Ada Penembakan Peluru Tajam, dan Wiranto: Biarkan Saja, Untuk Bahan Berburu Menembak TNI-POLRI.
Nando tak menutup mata meski pemerintah melakukan pembatasan sebagian fitur medsos dan pesan instan, masyarakat terpantau tinggi menggunakan layanan VPN (virtual private network).
“Penggunaan VPN memang terpantau banyak, tapi pembatasan medsos kemarin juga cukup efektif mengurangi penyebaran hoaks. Hoaks yang kami identifikasi menurun, biasanya sehari teridentifikasi 20 hoaks, kemarin saat pembatasan selama tiga hari sekitar 30 hoaks,” kata dia.