Rudy Badil dan Google Map | BECABUILT

Rudy Badil dan Google Map

Jakarta, becabuilt.technology – “Sekarang serba mudah. Kemajuan teknologi membuat gampang mencari tahu apa saja. Misalnya, mesin pencari seperti Google yang membantu mencari berbagai informasi. Walau sekarang masih belum tersaring. Mungkin suatu hari nanti dengan kemajuan artificial intelligence, mesin pencari Google mampu menyapih hoax dari informasi yang benar.”
Kalimat itu disampaikan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Hinsa Siburian, ketika kami berbuka puasa bersama di kantornya menjelang Idul Fitri lalu yang digelar becabuilt.technology bekerjasama dengan BSSN. Waktu itu, Hinsa yang didampingi Deputi I BSSN, Irjen Pol Dharma Pongrekun, duduk semeja dengan beberapa wartawan senior, di antaranya ada Nurlis E Meuko, Muhammad Al Azhari, dan Andreas Maryoto.
Tentu saja, Hinsa waktu itu bukan sedang memberi pernyataan resmi. Kami hanya bertukar cerita, namun pastinya kami lebih banyak menyimak setiap kalimatnya.
Hinsa melanjutkan, ketika hendak berjalan ke mana saja pun sekarang lebih mudah. “Traveling, misalnya, hanya tinggal klik Google Map, atau aplikasi penyedia peta perjalanan yang lain, termasuk sarana angkutan umum. Membayarnya juga mudah, hanya melalui perangkat selular, tak perlu mencari loket dan mengantre lagi,” katanya. 
Lalu, cerita Hinsa terbang ke masa lalu, ketika internet tidak seperti sekarang ini. “Ketika ditugaskan ke Papua (ketika Hinsa masih berpangkat Letnan Kolonel dan diangkat menjadi Komandan Kodim Mimika), pengetahuan saya mengenai daerah Papua sangat gelap. Waktu itu tidak ada Google. Maka saya sangat tertolong dengan buku-buku yang diberikan seorang wartawan senior Kompas, namanya Rudy Badil. Sepanjang pelayaran menuju Papua saya membacanya, sehingga begitu saya tiba di sana saya memahami Papua,” katanya.
Lalu kepada Andreas Maryoto yang memang editor senior di Kompas, Hinsa bertanya tentang Rudy Badil. “Bagaimana kabarnya sekarang, ia wartawan yang baik sekali. Dia sahabat saya, tolong sampaikan salam saya kepadanya,” Hinsa berpesan.
“Baik, Jenderal,” Maryoto menjawab sambil mengangguk. Hinsa berpangkat terakhir Letnan Jenderal (TNI) purnawirawan. 
Sesaat kemudian, Maryoto memberikan nomor kontak Rudy Badil. Hinsa menyampaikan tentang keinginannya bertemu dengan Rudy Badil. 
Saya belum tahu, apakah Hinsa sudah bersua atau belum dengan sahabat wartawannya Rudy Badil itu hinngga kemudian kabar duka itu datang, Rudy Badil meninggal pada Kamis pagi (11 Juli 2019). Pastinya, Hinsa yang mantan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu masih sangat terkesan dengan kebaikan Rudy padanya. 
Di kalangan wartawan, mendiang Rudy Badil dikenal sebagai wartawan yang sangat suka bertualang. Foto-foto kehidupan Suku Asmat Papua yang dipotretnya pada awal dekade 1980an masih tersimpan di arsip foto Kompas. Dia cukup dekat dengan para legenda petualang seperti Norman Edwin dan Didiek Samsu. Bahkan Rudy Badil juga tercatat sebagai pendiri Mapala UI bersama aktivis Soe Hok Gie dengan nomor keanggotaan M-033-UI. 
Di luar dunia jurnalistik, Rudy adalah pendiri grup lawak Warung Kopi bersama Dono, Kasino, Indro dan Nanu. Karena sering demam panggung, Rudy Badil memilih mundur dari Warkop dan fokus pada karirnya sebagai wartawan. Hingga akhir hayatnya, di usia yang ke 73, Rudy masih melekat sebagai sosok wartawan yang dihormati. Ia telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Sabtu (13 Juli 2019).
Selamat jalan Rudy Badil.[]