Printer 3D Ternyata Bisa Kena Ransomware | BECABUILT

Printer 3D Ternyata Bisa Kena Ransomware

Jakarta, becabuilt.technology – Perkembangan teknologi printer di era revolusi industri 4.0 semakin advanced. Potensi ancaman pun juga semakin tinggi termasuk kemungkinan di retas oleh hacker atau pihak yang tidak bertanggung jawab.
Komisaris Utama PT Sentral Mitra Informatika (SMI) Caroline Himawati Hidajat, menceritakan kisah salah seorang customer yang printer 3D-nya terkena hack. 
Akibat peretasan kinerja printer 3D tidak maksimal dan produk yang dihasilkan cacat. Bahkan jika dibiarkan bisa error atau terjadi kemungkinan yang lebih parah seperti kerugian bisnis.
“Kemarin di Karawang kami dapat cerita dari customer yang mengatakan printernya terkena kode 123. Ternyata printernya itu kami sebut jackpot alias terkena Ransomware,” kata Caroline saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (12 Juli 2019).
Caroline menjelaskan, sebenarnya perbedaan printer dengan perangkat komputer atau notebook di era revolusi 4.0 sudah tidak ada.
Itu sebabnya dalam printer 3D generasi baru selalu dilengkapi software security dan cybersecurity serta Internet of Thing (IoT)

Baca: Inilah Gateform CO2, Printer 3D dengan Teknologi 4.0

PT SMI adalah distributor printer Hewlett Packard (HP) untuk Indonesia. Kini, PT SMI sedang menjajaki kerja sama dengan sebuah printer 3D buatan Belanda yang rencananya akan diedarkan di Indonesia awal tahun 2020.
“Kalau kita ngomong security di server ada firewall, kalau ngomong security di PC atau Notebook ada antivirus Kaspersky, Norton dan lainnya. Demikian juga untuk printer yang terus mengembangkan security printing,” ujar Caroline.
Bank multinasional di Eropa dan Amerika Serikat (AS) telah menerapkan fitur keamanan cyber di dalam printer yang digunakan dalam operasional kantornya.
Printer yang digunakan, kata Caroline, telah memiliki mindset cybersecurity untuk memproteksi data dan informasi berharga.
“Teknologi printer di sana (Eropa dan AS) itu sudah ada cybersecurity. Printer di kantor, misalnya JP Morgan atau Citibank sudah bisa detect, prevent dan recovery. Begitu terdeteksi virus atau kena hack, maka dia bisa restart lagi dan seterusnya.”