Polri Gandeng ITB dan KNPA Korsel Kerja Sama Cybersecurity | BECABUILT

Polri Gandeng ITB dan KNPA Korsel Kerja Sama Cybersecurity

Jakarta, becabuilt.technology – Kepolisian RI menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Korean National Police Agency (KNPA) dalam proyek capacity building di bidang cybersecurity. 
Kerja sama akan berlangsung tiga tahun (2019-2021) dengan menggelar tujuh pelatihan dan pendidikan. Proyek pertama diawali Master Degree Program yang akan dimulai Agustus 2019 diikuti 20 personil Polri yang akan belajar ke ITB dan Korsel.
Pelatihan selanjutnya adalah High Level of Invitation Training Program, Middle Level Official Invitational Training Program, Training of Trainers, Practitioner Training Program, SSTC Seminar dan Cybercrime Investigation Workshop.
“Kita akan menimba ilmu, saling berbagi teknologi dan skill dari Korsel yang memang perkembangannya di dunia siber cukup maju,” kata Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto usai launching ceremony di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (27 Juni 2019).
Ari Dono mengatakan, salah satu yang akan dikembangkan Kepolisian adalah cybersecurity.
Indonesia, kata dia, sudah mengalami berbagai ancaman cyberattack seperti serangan terhadap website KPU RI, serangan terhadap web milik pemerintah sampai hacking terhadap situs Polri.
Kemudian, kata dia, tingkat kejahatan siber yang terus meningkat membuat Kepolisian harus mengambil langkah antisipatif. Apalagi ruang siber merupakan kehidupan kedua manusia di era digital yang sulit dipisahkan dengan kehidupan sehari-hari.
“Maka kita bekerja sama, belajar dengan ITB dan Korea sementara kekuatan kita kan belum memadai,” ujar Komjen Ari Dono.
Kepala Unit Cybercrime KNPA Kim Jeong Guk mengatakan kerja sama dengan Indonesia sangat strategis terutama untuk menjaga kepentingan nasional kedua bangsa.
Kim yakin kerja sama akan berjalan baik karena sebelumnya Kepolisian RI dan KNPA pernah punya ikatan serupa.
“Saya ingat di tahun 2004 kami menandatangani kerja sama yang sukses dengan Kepolisian RI. Dan saat ini kita sama-sama punya kepentingan di ruang siber demi meningkatkan kemakmuran kedua bangsa,” kata Kim dalam kata sambutannya.
Rektor ITB Kadarsah Suryadi optimis kerja sama ini akan membuat kedua negara mengambil manfaat besar. ITB, kata dia, punya sejarah panjang mengikat MoU dengan Korsel terutama dalam pengembangan teknologi.
Salah satunya, kata dia, adalah laboratorium pengembangan dan simulasi serangan siber di Jatinangor, Jawa Barat.  
“Saya mencatat sekitar 40 ribu kerja sama telah terjalin antara ITB bersama Universitas asal Korea. Kini, ikatan itu terus berlanjut dengan KNPA,” kata Kadarsah.