Perangkat Lunak Diperbarui, CEO Jamin Keamanan Boeing   | BECABUILT

Perangkat Lunak Diperbarui, CEO Jamin Keamanan Boeing  

Chicago, becabuilt.technology – Boeing mengeluarkan pernyataan resmi telah menyelesaikan pembaruan perangkat lunak pada pesawat 737 MAX. 
Masalah perangkat lunak ini di duga penyebab kecelakaan maut jatuhnya Lion Air JT 610 di lepas pantai utara Laut Jawa Karawang 29 Oktober 2018 dan jatuhnya Ethiopian Airlines ET 302 di Addis Ababa 10 Maret 2019.
Kecelakan itu mengakibatkan penangguhan operasional Boeing secara global. 
Perangkat lunak Sistem Augmentasi Karakteristik Manuver (MCAS) mengalami error yang terjadi pada source code mengakibatkan output tidak sesuai dengan apa yang telah direncanakan.
Akibatnya hidung pesawat menukik tajam ke bawah setelah pembacaan sensor yang salah sementara pilot kehilangan kontrol.
Kasus ini mirip dengan hancurnya roket seharga 1 miliar USD pada tahun 1996 beberapa detik setelah peluncuran. Roket dengan nama Ariane 5 hancur karena error pada program kendali on-board komputer di roket tersebut.
CEO Boeing, Dennis Muilenburg, mengatakan pihaknya akan memenuhi permintaan Federasi Aviasi Amerika Serikat (FAA) yang mencakup perincian tentang bagaimana pilot berinteraksi dengan kontrol dan tampilan pesawat dalam berbagai skenario penerbangan.
“Kami telah menyelesaikan semua uji terbang rekayasa untuk pembaruan perangkat lunak dengan keamanan sebagai prioritas utama,” kata Dennis dilansir situs Boeing, Kamis (16/05/2019) waktu setempat.
Ke depan Boeing akan mengembangkan materi pelatihan dan pendidikan yang bertujuan menyempurnakan perangkat keras dan lunak di industri aviasi. Salah satunya memberikan sumbangan dan beasiswa bagi pelajar untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan di dunia penerbangan.
“Kami membuat kemajuan yang jelas dan mantap dan yakin bahwa 737 MAX dengan perangkat lunak MCAS yang diperbarui akan menjadi salah satu pesawat teraman yang pernah terbang.”