Password Bisa Diketahui Lewat Suara Tombol Smartphone | BECABUILT

Password Bisa Diketahui Lewat Suara Tombol Smartphone

Texas, becabuilt.technology – Pernahkah anda berpikir suatu saat nanti suara ketikan keyboard atau tombol di smartphone bisa untuk memecahkan password seseorang. Sejumlah peneliti di Texas baru-baru ini menemukan bahwa mikrofon smartphone dapat mengidentifikasi password hanya dalam beberapa menit.
Seberapa kuat keamanan komputer atau smartphone anda, hacker akan selalu berusaha dan menemukan cara untuk memecahkan password yang digunakan. Dan penelitian ini telah dijalankan oleh akademisi di University of California sejak tahun 2005.
Ketika pengguna mengetik di keyboard komputer, gelombang suara yang dihasilkan dapat diterjemahkan oleh smartphone para hacker dengan mengembangkan algoritma tertentu.
Yang lebih menakutkan adalah suara ini dapat didengar bahkan di keramaian atau kebisingan seperti transportasi umum, kedai kopi, jalan raya dan lainnya.
“Mikrofon smartphone selalu dalam keadaan aktif sampai ponsel dimatikan,” kata seorang peneliti dilansir Geek.com
Skenarionya, kata peneliti tersebut, adalah mikrofon smartphone mampu mengambil gelombang suara yang dihasilkan saat pengguna mengetik kata sandi di keyboard komputer atau laptop.
Gelombang suara ini kemudian diproses, sehingga memungkinkan peretas untuk memahami tombol mana yang sedang ditekan. Bahwa setiap tombol atau huruf di smartphone terkadang memiliki suara berbeda-beda ketika di tekan. Suara tombol A tidak sama dengan suara tombol B, C, D, -, +,#, ) dan seterusnya.
Aplikasi smartphone juga seringkali mengharuskan pengguna untuk menerima izin aplikasi agar bisa mengakses mikrofon perangkat sebagai bagian dari ketentuan layanan mereka.
Ini biasanya untuk memfasilitasi fungsi-fungsi tertentu dari aplikasi, namun dapat dibayangkan jika peretas dapat membuat aplikasi jahat untuk tujuan memata-matai atau meretas aplikasi yang ada untuk membajak mikrofon smartphone secara diam-diam.
Yang lebih buruk adalah seseorang tidak mengetahui bahwa mereka sedang diretas. Hal ini tentunya dilakukan secara diam-diam dan dapat dikerjakan di lingkungan yang bising seperti kedai kopi, angkutan umum, restoran hingga di dekat rumah korban dan lain-lain.
Eric C Larson, Asisten profesor di Departemen Ilmu Komputer SMU Lyle School mengatakan bahwa mereka dapat mengetahui apa yang diketik orang dengan tingkat akurasi kata 41pc. Dan mereka juga dapat memperluas itu di atas 41pc, misalnya menjadi 10 kata teratas dari apa yang diperkirakan.
“Secara sederhana anda bisa memahami bagaimana metode ini bekerja saat menggunakan Google Translate Audio,” kata Larson.
Hasil penelitian ini memang belum sempurna. Tim peneliti masih menemukan sejumlah tantangan untuk serangan seperti ini. Penyerang perlu mengetahui jenis bahan dari meja di mana korban bekerja apakah jenis seperti logam, plastik, kayu dan lain-lain. Karena masing-masing materi menghasilkan suara yang berbeda.