Paques Andalkan SDM Lokal untuk Kembangkan Solusi Big Data | BECABUILT

Paques Andalkan SDM Lokal untuk Kembangkan Solusi Big Data

Jakarta, becabuilt.technology – Paques, penyedia solusi platform software data lake dan analitik buatan Indonesia menargetkan untuk menjadi penyedia solusi big data tingkat dunia.
Mengandalkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal, yang memiliki pengalaman global, Paques berhasil menciptakan solusi software untuk big data yang memiliki kemampuan di atas rata-rata, dibandingkan dengan penyedia solusi lainnya.
“Solusi kami asli buatan Indonesia, dan SDM juga murni berasal dari Indonesia. Software big data yang kami kembangkan bersifat end to end, dan itu belum dimiliki oleh kompetitor di pasar Indonesia,” kata Benni Adham CEO and Product Creator Paques di Jakarta, Rabu, (5 Agustus 2019).
Menurut Benni, platform software yang dikembangkan oleh Paques memiliki enam karakter dan menjadi syarat utama yang harus dimiliki oleh teknologi big data. Keenam karakter tersebut menjadi syarat utama, bagi sebuah principle dalam menciptakan software untuk big data. Dan hal tersebut, berhasil di kembangakan oleh Paques.
Keenam karakter yang berhasil dikembangkan oleh Paques adalah, Pertama, search. Sebuah teknologi atau software big data, harus memiliki kemampuan untuk melakukan pencarian (search).
Sehingga, ketika pengguna ingin mendapatkan data yang dimaksud, teknologi harus bisa membantu untuk menemukan data yang dimaksud.
“Jadi data itu harus bisa di-search. Jadi, jangan kalau kita mau butuhkan data terkait nama orang yang tinggal di pulau jawa misalnya, kita harus minta dulu di orang IT. Orang IT ambil datanya, jadi filenya baru diolah lagi. Lama. Gak bisa kayak gitu,” ujar Benni.
“Big data itu harus bisa langsung di search. Kalau google, hasil search itu keluarnya dalam bentuk link-link. Tetapi teknologi kita, dia search, hasil search-nya langsung bisa diolah lagi. Misalnya, dari search, dibuang nama depannya. Lalu diganti dengan apa, diagregat berdasarkan misalnya nilai transaksi atau apa begitu. Jadi langsung bisa diolah lagi,” tambah Benni.
Kedua, harus support Natural Language Processing (NPL). Maksudnya, dengan menggunakan NPL, pengguna bisa mengambil data dari sumber yang sifatnya bahasa manusia biasa. Selama ini, yang terjadi, data biasanya didapat dalam bentuk tabel atau tabular. Tetapi, dengan teknologi Paques, data dari koran pun bisa diambil dan diolah untuk mendapatkan insight.
“Jadi dari koran pun bisa ambil. Bahasa natural, bahasa manusia biasa. Kita bisa tahu, seberapa dekat Jokowi dan Luhut berdasarkan berita. Diambil dari koran, kita bisa tahu. Apalagi mereka selalu berada dalam satu artikel, bahkan dalam kalimat. Bisa sedetail itu,” ujar Benni.
Ketiga, menggunakan teknologi Machine Learning (ML)  dan Artificial Intelligent (AI). Pada saat tertentu, pengguna membutuhkan kecerdasan buatan untuk melakukan klasifikasi data. Hal itu, hanya bisa dilakukan dengan ML dan AI, apabila datanya dalam jumlah yang sangat besar.
“Karena, biasanya pengolahan data itu, setelah kita mengolah, kita harus lakukan klasifikasi dulu. Kalau datanya 1000-2000 ok lah. Tetapi kalau datanya udah miliaran, gimana kita bikin klasifikasi? Cape. Karena itu kita pakai ML dan AI. Atau kita bisa menemukan, misalnya ada berapa jenis customer yang kita punya? Bukan berdasarkan alamat, atau spending, tetapi behavior. Nah itu pakai ML, dia bisa tahu,” ungkap Benni.
Keempat, Distributed Paralel Computing. Karena dengan teknologi ini, pengguna  bisa mengolah data dengan cepat.
“Jadi, kayak tadi kita bilang data harus ada value. Kalau misalnya untuk prosesnya murah mesinnya, tetapi untuk ambil datanya baru selesai 7 hari. Jadi value bisa hilang. Karena terlalu lama. Kita butuh cepat, untuk cepat kita butuh teknologi ini,” tambah Benni
Kelima, teknologi  murah, dan sistem harus bisa growth. Bagi perusahaan yang memiliki jumlah dana pas-pasan, investasi di awal pasti terbatas. Oleh karena itu, Paques menyediakan solusi, yang mana, pengguna tidak perlu investasi yang besar di awal untuk mengadakan server atau komputer.
“Kita bisa pakai komputer yang kecil-kecil, sambil jalan, sambil kita dapatkan value-nya, sambil kita tambahin terus. Pertama, mungkin cukup 3 server, kalau data kita makin banyak baru kita tambahin mesinnya. Jadi kita growing sambil sesuai dengan kebutuhan,” jelas Benni.
Keenam,  harus mendukung user untuk eksplore datanya dan visualisasi. “Tanpa harus tahu mau nagapain, tetapi orang itu bisa eksplore dan nemuin sesuatu yang baru dari data itu. Dan setelah itu harus bisa divisualisasikan. Dan itu hanya bisa dilakukan dengan teknologi big data Paques,” tutur Benni.
Benni menambahkan, selain keunggulan karakteristik produk yang diciptakan, Paques juga memiliki strategi yang sangat kuat di bidang pengembangan SDM para talenta digitalnya. Benni menilai, sebuah produk menjadi terkenal dan berkualitas, bukan hanya berasal dari brand-nya, tetapi juga harus dari sisi human resources-nya juga.
“Kita pengen menjadi the first principle di Indonesia yang menjual software world class. Kita jualan platform. Untuk itu, kita akan genjot human resources. Orang Indonesia itu pandai luar biasa. Tetapi disiplin untuk membikin produk yang world class masih menjadi tantangan. Ini yang akan kita perhatikan ke depannya. Kita akan bangun SDM yang top class, bagaimana bersaing dengan luar, bukan hanya brand-nya, tetapi mentality-nya juga,” tegas Benni.