Membangun Ekosistem Kendala Utama Program 1000 Startup | BECABUILT

Membangun Ekosistem Kendala Utama Program 1000 Startup

Jakarta, becabuilt.technology – Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, mengakui kendala utama pemerintah dalam menjalankan program 1000 startup adalah membangun ekosistem. 
Sejak 2016 Kementerian Kominfo meluncurkan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital. Potensi pasar yang besar membuat ekosistem startup Indonesia kian dilirik investor internasional. Sejauh ini program telah menjaring sekitar 500 startup resmi. 
Sayangnya ekosistem yang dibangun tiga tahun terakhir belum maksimal. Meskipun muncul pemain besar seperti Go-Jek, Bukalapak, Tokopedia, Traveloka hingga RE Blood dengan teknologi donor darahnya, Indonesia masih jauh kalah dari ekosistem Singapura. 
Semuel mengatakan salah satu syarat bertumbuhnya startup adalah banyaknya masalah yang bisa diselesaikan dengan digitalisasi kemudian startup menjamur. Simpelnya, kata dia, startup harus problem solving karena startup lahir dari masalah.
“Memang kendalanya belum terbangun ekosistem itu. Jika ekosistem tumbuh masyarakat bergeliat sendiri di dalamnya. Mereka tahu persis keadaan setiap hari hingga masalah mendetail mereka paham,” kata Semuel di press room Kementerian Kominfo, Senin (20/05/2019).
Pemerintah, kata Semuel, akan melakukan review terhadap program yang telah berjalan tiga tahun tersebut. Kominfo bakal lebih menggalakkan gerakan 1000 startup termasuk mengganti label menjadi The Next 1001++ Digital Startup.
Dalam label yang baru Kominfo menambah jumlah kota yang akan didatangi. Sebelumnya Gerakan Nasional 1000 Startup Digital berjalan di 10 kota yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Malang, Medan, Bali, Makassar, dan Pontianak.
“Ke depan kita ingin perbanyak workshop, review, bootcamp kemudian disinergikan dengan Telkom, Ooredoo dan lain-lain sehingga calender eventnya makin banyak,” kata Semuel.
PEMINAT MEMBELUDAK
Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang PMO dan Ekonomi Digital, Lis Sutjiati, mengatakan Indonesia masih dalam tahap early stage perkembangan startup. Banyak data mengenai nilai ekonomi digital Indonesia, tapi Lis menyatakan potensinya amat besar hingga ratusan juta USD.
“Ini kita belum menatap kebutuhan industri lewat startup yang nilai ekonominya lebih besar lagi,” kata Lis.
Pelaksana Program 1000 Startup, Fadli Wilihandarwo, mengakui kewalahan melihat besarnya minat kaum muda hingga pensiunan membangun startup di Indonesia. Di tahun pertama program terdapat 30 ribu pendaftar tapi sampai kini hanya sekitar 520 startup yang hidup. 
“Dari awal kami sudah kewalahan karena kapasitas kami tidak di dukung teknologi maksimal,” katanya.
Ke depan, kata Fadli, The Next 1001++ Digital Startup menambah kota yang akan didatangi yakni Padang, Manado, Batam dan Lombok. Ia mengimbau peserta yang berminat untuk mendaftar di https://1000startupdigital.id/i/ agar bisa dipertemukan dengan peminat lainnya.
“Setiap kota itu akan kita bikin acara kumpul-kumpul, diskusi, tukar pikiran tujuannya agar terjadi interaksi dan membuka jalan,” ujarnya.