Mekanisme Situng Hingga ISO 27001 Dipertanyakan DPR | BECABUILT

Mekanisme Situng Hingga ISO 27001 Dipertanyakan DPR

Jakarta, becabuilt.technology – Wakil Ketua Komisi II DPR, Ahmad Riza Patria, meminta KPU RI menyempurnakan Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng). Ia menilai kualitas Situng untuk Pemilu 2019 jauh lebih buruk dari Situng Pemilu sebelumnya. 
“Kita ingin KPU segara memperbaiki dan menyempurnakan software Situng. Waktu 2004 Situngnya lebih baik sehingga tidak memungkinkan salah entry,” kata Ahmad Riza saat mengunjungi KPU RI di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (03/05/2019). 
Situng, kata dia, seharusnya membuat semacam mekanisme yang menolak kecurangan. Misalkan terjadi entry data melebihi kapasitas setiap TPS yakni 500, maka sistem otomatis menolaknya. Begitu pun dengan kecocokan data antara jumlah suara, sisa suara hingga suara tidak sah.
“Kalau sistem dan software lebih baik tentu Situng tidak menimbulkan masalah. Apalagi masyarakat telah terpolarisasi akibat salah entry yang jumlahnya sangat signifikan,” ujarnya.
Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan KPU harus bisa transparan terkait kesalahan di Situng. Sistem IT secara keseluruhan, kata dia, seharusnya bisa menentukan siapa dan dimana terjadinya kesalahan. 
“Jadi berapa orang yang melakukan input, dimana di input kemudian server apa yang dipakai. Operating system-nya apa sampai IP addressnya bisa diketahui,” ujar Fadli Zon.
Ia menyebut proses dan kinerja Situng amatiran sementara KPU RI mustahil memakai ahli yang amatiran dalam menjalankan sebuah sistem Pemilu untuk level negara sebesar Indonesia.
Selain itu, Fadli juga meminta KPU menjelaskan ke publik bagaimana mekanisme input data di Situng termasuk standar ISO 27001 yang digunakan. 
ISO 27001 merupakan standar Internasional dalam menerapkan sistem manajemen kemanan informasi yang juga dikenal Information Security Management Systems (ISMS). 
“Ini server KPU tidak ada ISO juga. Saya kira tentu kita masih terus memonitor karena banyak pertanyaan yang merupakan pertanyaan sangat penting,” ujarnya.
Anggota KPU RI, Evi Novida Ginting, mengakui proses entry data mengalami kendala pada saat verifikasi. Ia menyontohkan, hingga Jumat 3 Mei 2019 siang hari, suara sudah masuk Situng di Bengkulu 100 persen sementara Jakarta baru 55 persen.
Saat dilakukan pengecekan di rekapitulasi Situng belum terhitung otomatis. Menurut Evi, itu terjadi karena verifikasi terhadap scan dan entry data sedang berlangsung.
“Itu upload dan entry belum selesai semua. Menunggu waktu sehingga kami terus meminta masyarakat awasi. Kalau ada perbedaan C1 dengan upload (Situng) tolong beritahu kami,” ujarnya.