Mau Hadiah US$ 10.000? Ayo Temukan Bug di Libra Blockchain | BECABUILT

Mau Hadiah US$ 10.000? Ayo Temukan Bug di Libra Blockchain

becabuilt.technology – Buat kalian para peretas (hacker) atau pemburu bug bounty, ini ada tawaran menarik sekaligus menantang dari segi uang dan nama besar.
Anda berhasil menemukan kelemahannya, uang ratusan juta didapat, sekaligus nama Anda bakal menjadi terkenal dan harum di mata dunia hacker.
Tantangannya adalah Anda disuruh untuk mencari celah keamanan (bug) pada sistem blockchain yang dipakai mata uang kripto (cryptocurrency) milik Facebook, Libra.
Facebook memberikan Anda hadiah empat kategori. Yaitu, kategori Critical berhadiah US$ 10.000 atau sekitar Rp 141,92 juta, kategori High berhadiah US$ 5.000, kategori Medium US$ 1.500, dan kategori Low US$ 5.000.
“Ketika kami membangun Libra Blockchain, keamanan menjadi perhatian utama,” kata Kepala Pengembangan Kriptokurensi Libra Facebook Inc., Michael Engle dalam tulisan di blog perusahaan, yang diakses Jumat (30 Agustus 2019).

Menurut dia, jika orang akan bergantung pada Libra untuk kebutuhan keuangan sehari-hari, sangat penting bahwa infrastruktur di belakangnya dapat diandalkan dan aman.
“Itulah salah satu alasan kami membagikan rencana kami sebelum peluncuran dan open-source versi awal kode Libra Blockchain, Libra Core, di bawah Lisensi Apache 2.0,” tulis Engle.
Menurut dia, pengujian terhadap sistem tersebut salah satu cara untuk mengumpulkan masukan dari publik. Dengan begitu, Libra bisa diluncurkan dengan sistem yang terukur, andal, dan aman.
Dan, salah satunya adalah melalui pencarian bug. “Program bug bounty ini terbuka untuk peneliti keamanan siber di seluruh dunia,” kata Engle.
Program bug bounty tersebut sebelumnya telah dikenalkan lebih dulu pada 18 Juni lalu, tapi hanya buat undangan 50 peneliti dengan keahlian blockchain. “Sekarang program ini terbuka untuk umum,” kata dia.
“Kami ingin membantu para peneliti mengungkap masalah sementara Libra Blockchain dan tidak ada uang nyata yang beredar,” ia menambahkan.
Nantinya, Libra dikelola oleh konsorsium Facebook dan 28 mitra, termasuk Visa, Mastercard, PayPal, Uber, Lyft, dan Spotify.
Mata uang kripto yang masih diluncurkan pada 2020 tersebut telah menuai kritik luas di sejumlah negara, tak terkecuali dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta sejumlah anggota parlemen AS.
Dalam unggahan di akun Facebook Bu Bounty (@BugBounty), Facebook, sebagai induk Libra, mengatakan, telah mengeluarkan lebih dari US$ 7.5 juta untuk peretas yang berhasil menemukan kelemahan dalam platform miliknya sejak program bug bounty diluncurkan pada 2011.
“Tahun 2018 telah menjadi tahun yang besar untuk program bug bounty Facebook dengan nilai lebih dari US$ 1,1 juta kepada para peretas lebih dari 100 negara,” tulis Dan Gurfinkel, Security Engineering Manager Facebook.
Tiga negara teratas berdasarkan jumlah pembayaran, yaitu India, Amerika Serikat, dan Kroasia.
Untuk lebih detailnya klik alamat berikut ini: //hackerone.com/libra.