Literasi Digital Harus Terstruktur, Sistematis dan Masif | BECABUILT

Literasi Digital Harus Terstruktur, Sistematis dan Masif

Jakarta, becabuilt.technology – Founder dan CEO Alvara Research Center, Hasanuddin Ali, mengatakan kaum milenial perlu pemahaman yang mendalam terkait keamanan dan potensi ancaman siber. 
Untuk itu, kata dia, diperlukan literasi digital yang terstruktur, sistematis dan masif sehingga mereka tidak menjadi korban di masa yang akan datang.
Padahal, generasi milenial akan menjadi kunci peradaban digital dalam beberapa tahun ke depan, termasuk bonus demografi bagi Indonesia. Dan jumlahnya tidak sedikit mencapai setengah penduduk Indonesia.
“Jangan sampai para Milenial itu menjadi konsumen saja, sementara ancaman terbuka lebar,” kata Hasanuddin Ali kepada becabuilt.technology usai memaparkan surveinya di Jakarta, Selasa (9 Juli 2019).
Salah satu bentuk kerentanan kaum milenial adalah mereka doyan belanja atau gaya hidup digital, tanpa memperhitungkan aspek keamanan data. Misalnya gaya hidup berfoto selfie atau update status dalam bermedia sosial.
“Literasi digital itu tidak dipahami secara utuh oleh masyarakat atau generasi milenial. Mereka, para Milenial itu, banyak yang tidak paham keamanan itu seperti apa,” ujarnya.
Libatkan Semua Stakeholder
Hasanuddin mengingatkan bahwa literasi digital terhadap kaum Milenial harus melibatkan semua stakeholder. Tugas dan tanggung jawab ini, kata dia, tidak hanya menjadi beban pemerintah, tapi seluruh stakeholder bangsa yang ingin maju di era digital.
Menurut Hasanuddin, literasi digital paling utama adalah melalui jalur digital. Misalnya menyediakan konten bacaan atau video yang disebarkanluaskan menggunakan media sosial atau ruang online. 
Di sisi lain, kaum milenial perlu juga diajak melalui interaktif dan kreativitas.
“Perlakuannya memang harus beda. Misalnya antara milenial dan baby boomer itu beda jauh. Kalau milenial jangan terlalu sering lewat seminar atau talkshow walaupun perlu, tapi maksimalkan ruang online dan jalur digital itu,” kata dia.
Contoh lain menurut Hasanuddin adalah konten literasi diperbanyak untuk mengalahkan konten hoaks. Milenial, kata dia, adalah salah satu target maupun korban hoaks yang selalu menyerang ruang siber Tanah Air.
“Milenial itu harus lebih banyak mendapatkan edukasi ketimbang berita yang tidak jelas dan negatif.”