Kombinasi Password Terburuk '123456' Dipakai 23 Juta Orang | BECABUILT

Kombinasi Password Terburuk ‘123456’ Dipakai 23 Juta Orang

London, becabuilt.technology – Pusat Keamanan Siber Nasional (NCSC) Inggris menyatakan lebih dari 23 juta pengguna internet dunia menggunakan kombinasi password terburuk ‘123456’. 
Mayoritas pengguna memakai kombinasi tersebut di media sosial seperti Facebook dan Instagram hingga email. Perilaku itu jelas mengundang orang untuk melakukan kejahatan siber. 
“Kami ingatkan pentingnya mengubah kombinasi kata sandi karena pengguna seharusnya tidak boleh memakai kata sandi yang biasa ditemukan dalam kasus pelanggaran data,” kata Direktur Teknis NCSC Ian Levy di situs resminya.
Survei yang dilakukan di Inggris menyatakan hanya sekitar 15 persen responden menyadari pentingnya melindungi akunnya dengan kombinasi password yang rumit. Sisanya 85 persen mengaku tidak tahu atau tidak abai terhadap keamanan secara online.
Survei digelar November 2018 hingga Januari 2019 menyatakan hampir setengah jumlah responden atau 46 persen mengaku penerapan keamanan online bikin pusing. 
Padahal 89 persen pengguna internet di Inggris aktif berbelanja di pasar online. Sebanyak 39 persen diantaranya rutin belanja perminggu.
Fakta lainnya lebih dari 40 persen warga Inggris kehilangan uang akibat penipuan online setiap tahunnya. Responden juga menyatakan mereka tidak mau disibukkan hal-hal yang sedikit rumit di tengah ancaman yang semakin besar. 
“Bahkan 80 persen menyatakan cybersecurity adalah prioritas utama, tapi mereka tidak tahu tindakan apa yang harus dilakukan.” 
Pemerintah Inggris terus melakukan kampanye dan imbauan kepada pengguna password untuk memakai kombinasi yang kuat dan sulit diretas.
Ekosistem online yang sudah tercipta dengan baik dan nyaman harus diiringi dengan kewaspadaan tinggi terhadap percobaan kejahatan online.
Menteri Industri Digital dan Kreatif (DMCS) Inggris, Margot James, mengatakan pelanggaran atau kejahatan di dunia maya bisa menyebabkan kehancuran finansial dan emosional yang sangat besar melalui pencurian atau kehilangan data.
“Usaha pencegahan harus dilakukan bersama-sama,” ujar Margot James..