Kolaborasi Informa-Cashlez Butuh Tenaga Kerja Multitalenta | BECABUILT

Kolaborasi Informa-Cashlez Butuh Tenaga Kerja Multitalenta

Jakarta, becabuilt.technology – Operational Director Informa, Daniel Trisno, mengatakan pihaknya tidak khawatir terhadap berkembangnya e-commerce yang terbukti telah mengancam usaha retail.
Menurut dia, justru berkembangnya e-commerce akan mendukung Informa yang merupakan pusat penjualan furnitur dan aksesoris hunian terbesar di Indonesia.
“Survei kami menyatakan orang yang datang ke Informa itu orang yang berdagang online. Artinya, kami tidak khawatir kemajuan e-commerce bakal mengancam, justru malah membesarkan kami,” kata Daniel saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (23 Juli 2019).
Dampak e-commerce dan digitalisasi menurut Daniel adalah transaksi non tunai yang bakal semakin marak ke depan. Itu sebabnya Informa menjalin kerja sama dengan payment gateway Cashlez membuat sistem mobile cashier bagi pelanggan Informa dalam bertransaksi.
Salah satu efek besar kerja sama tersebut adalah Informa membutuhkan tenaga kerja yang multi talenta. Selain paham penjualan barang, pekerja juga harus melek digital demi melayani pelanggan yang melakukan transaksi mobile cashier.
Mobile cashier mengharuskan semua pelanggan Informa bisa melakukan transaksi di titik mendapatkan barang. Setiap karyawan Informa diberikan tablet atau smartphone untuk melayani pembayaran. Kondisi itu akan diterapkan di 41 outlet Informa yang berada  di kota- kota besar Indonesia.
“Begitu ada yang mengatakan akibat teknologi Informa pecat karyawan, justru itu salah. Malah kami sangat membutuhkan karyawan yang bisa banyak hal mulai dari sale, kasir, mengerti tablet dan gadget. Istilahnya kami cari orang multitalenta,” ujarnya.
CEO Cashlez, Teddy Tee, mengatakan kerja sama dengan Informa harus ditindaklanjuti dengan training dan pendidikan digital bagi karyawan. Karyawan, kata dia, selain dituntut memahami proses transaksi digital, juga harus mampu menuntaskan seluruh proses transaksi.
“Sampai bukti pembayaran digital itu dikirimkan ke pelanggan,” kata Teddy.
Dari sisi keamanan Teddy menilai karyawan juga harus mendapat pengetahuan yang cukup. Jangan sampai terjadi celah atau pun kesalahan yang berpotensi merugikan.
“Karyawan juga akan diberikan materi keamanan bertransaksi. Mulai dari enkripsi dan proses keamanan data sampai aturan BI kita jelaskan. Yang penting mereka paham bagaimana melakukan prosedur transaksi yang aman.”