Jejak Digital Enzo Allie, Taruna Akmil Diduga Dukung HTI  | BECABUILT

Jejak Digital Enzo Allie, Taruna Akmil Diduga Dukung HTI 

Cybertreat.Id – Jagat maya sedang dihebohkan dengan jejak digital Enzo Zenz Allie yang diduga pendukung Hizbur Tahrir Indonesia (HTI) yang telah dibubarkan oleh pemerintah lantaran anti-Pancasila dan mengusung ide mendirikan khilafah. 
Nama Enzo Allie terkenal setelah video viral dia diajak bicara dalam Bahasa Prancis oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam ujian pantauan akhir (pantukir). Ayah Enzo bernama Jean Paul Francois memang berasal dari Prancis. Sedangkan ibunya bernama Siti Hajah Tilaria berasal dari Sumatera Utara. 
Setelah videonya viral, seorang netizen yang penasaran dengan sosoknya melacak profilnya di Facebook. Netizen bernama Salman Faris itu menemukan akun Facebook milik Enzo yang beralamat di https://www.facebook.com/enzo.allie dan akun sang ibu https://www.facebook.com/titie. 
Di sana, Salman menemukan foto-foto Enzo memegang bendera serupa bendera yang sering dipakai HTI.  
Ketika diakses pada Rabu malam, 7 Agustus 2019, kedua akun itu sudah tidak aktif lagi. 
Di status Facebook-nya yang telah dibagikan lebih dari 5 ribu kali, Salman Faris menulis:
 
“Penasaran dengan sosok Enzo Allie. Remaja belasteran Indonesia-Prancis yang viral karena lolos jadi anggota TNI. Iseng nyari akun FB-nya, wah ngeri-ngeri sedap juga rupanya. Anak ini bersama ibunya yang bernama Hadiati Basjuni Allie terindikasi kuat sebagai simpatisan HTI. Pendukung Khilafah dan anti pemerintah. Kalau ayahnya sendiri yang berkebangsaan Prancis, menurut informasi telah wafat. Bukan apa-apa, sekedar untuk kewaspadaan saja. Jangan sampai TNI “memelihara” anak ular.”

Pegiat media sosial Ulin Ni’am Yusron menemukan foto Enzo bersama ibunya Hadiati Bajuni Allie berpose dengan mengacungkan dua jari sebagai simbol pendukung Prabowo – Sandi saat Pilpres 2019. Saat itu, HTI diketahui merapat ke kubu Prabowo – Sandi. 

“Percuma Hadiati Basjuni Allie mem-protect akun dan Enzo Allie menghapus akunnya, sebab semua jejak digital ibu dan anak itu sudah menyebar di jagad internet. Pengikut HTI yang tentu saja sangat percaya pada khilafah dan anti Pancasila itu oasti sedang pusing bukan kepalang. Percakapan soal anaknya yang baru masuk TNI dengan kecakapan berbahasa Prancis itu bisa menghancurkan karirnya,” tulis Ulin di laman Facebooknya. 
“Ingat Bu, Nak, ini lembaga yang mau dimasuki namanya TNI (Tentara Nasional Indonesia) tanpa embel-embel bersyariah. Masih doyan? Ini juga bukan soal pilihan politikmu di Pilpres, tapi soal kepercayaan kalian berdua pada NKRI (tanpa embel-embel) Bersyariah,” tambah Ulin. 

Enzo berpose dengan sang ibu (Sumber: Facebook Ulin Yusron)

Dilihat pada Rabu malam, postingan itu telah dibagikan sebanyak  154 kali oleh pengguna Facebook. 
Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan Enzo memenuhi syarat menjadi anggota TNI. Enzo diketahui lahir di Prancis, tapi pindah ke Indonesia pada usia 13 tahun setelah ayahnya meninggal dunia. 
“Statusnya WNI karena mulai dari pendaftaan persyaratannya (berstatus WNI) itu jadi diterima. Dari persyaratan saja masuk ke militer harus WNI, kita berbicara masalah persyaratan,” kata Marsekal Hadi.
AKun Instagram @tni_angkatan_darat menyebut Enzo ingin masuk ke kesatuan Kopassus. 
Enzo dinyatakan lulus menjadi Taruna Akmil, Magelang, pada Jumat, 2 Agustus 2019, dalam Sidang Pantukhir Pusat yang dipimpin Panglima TNI. 
Saat ditanya Panglima TNI di hadapan Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, remaja berusia 18 tahun itu mengatakan ingin menjadi prajurit Infanteri dan Kopassus. 
Enzo bersama rekan seangkatannya akan mengikuti pendidikan Candradimuka mulai 6 Agustus – 30 Oktober 2019 di Akademi Militer. Namun, setelah mencuatnya kabar Enzo terpapar HTI, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Sisriadi mengatakan pihaknya sedang mendalami informasi tersebut. 
“Saya terima informasi yang sama dari kawan media. Sedang didalami, dibuktikan dulu dia terpapar atau tidak,” kata Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Sisriadi seperti dikutip Tempo.co, Rabu, 7 Agustus 2019.
Sisriadi mengatakan, dalam melakukan perekrutan dan proses mengikuti pendidikan di Akmil, TNI melakukan penelusuran mental dan ideologi. Ketentuan ini berlaku terhadap seluruh peserta didik, bukan hanya Enzo.
“Kita dalami kasus ini. Jadi Kodam Jaya selaku panitia daerah yang menerima dia pertama, kemudian BAIS (Badan Intelijen Strategis) TNI kita turunkan untuk mendalami masalah ini,” ungkapnya.
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan tidak akan memberi toleransi kepada siapapun prajurit TNI jika benar sebagai simpatisan HTI. 
“Kalau benar, saya suruh (Mabes TNI) berhentiin,” kata Ryamizard kepada wartawan. 
Menurut Menhan, prajurit TNI harus taat pada UUD 45 dan Pancasila sebagai ideologi bangsa.
“Enggak ada urusan! Saya cari-cari dari Sabang sampai Merauke, mau cari itu di depan mata saya. Copot saja!” ujar Ryamizard di Istana Kepresidenan Jakarta.[]
Update 13 Agustus 2019:
Akhir Kontroversi Jejak Digital Taruna Bule Enzo Allie