Jaringan Eror, Malaysia Airports Bantah Alami Serangan Siber | BECABUILT

Jaringan Eror, Malaysia Airports Bantah Alami Serangan Siber

Kuala Lumpur, becabuilt.technology –  Badan Keamanan Siber Nasional Malaysia (NACSA) membantah bahwa telah terjadi serangan siber di dua bandara internasional Malaysia.
Sistem jaringan Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) dan Bandara Internasional Kuala Lumpur 2 mengalami gangguan sejak Rabu (21 Agustus) malam.
Pada Sabtu (24 Agustus 2019) malam, menurut NACSA, temuan awal oleh Malaysia Airport Holdings Berhad (MAHB) menunjukkan bahwa gangguan itu disebabkan oleh kegagalan peralatan jaringan.

Berita Terkait:

Ini Kali Pertama Malaysia Airports Alami Jaringan Eror

“Saat ini, semua upaya difokuskan untuk memastikan bahwa operasi di KLIA dan KLIA2 sepenuhnya pulih. MAHB telah mengambil dan akan terus mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mempercepat prosesnya,” demikian pernyataan dari NACSA seperti dikutip dari Bernama yang diakses Minggu (25 Agustus).
NASCA akan terus memantau dan melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan semua lembaga terkait.
Pada 22 Agustus lalu, Bernama melaporkan kedua bandara mengalami gangguan sehingga mempengaruhi sistem bandara seperti koneksi wi-fi, sistem tampilan informasi penerbangan (FIDS), konter check-in, dan sistem penanganan bagasi (BHS). Pada hari yang sama, sebanyak 20 penerbangan tertunda di KLIA, termasuk yang menuju Narita, Perth, Sydney, Melbourne, Jakarta, London, dan Hong Kong.
Tak hanya itu, gangguan juga mempengaruhi transaksi kartu kredit di sejumlah toko ritel di bandara. Namun, MAHB menyatakan, gangguan transaksi kartu kredit tersebut hanya terjadi di KLIA, tidak terjadi di KLIA 2.
Penumpukan penumpang terjadi di konter-konter check-in tak terhindarkan. Pihak bandara telah meminta penumpang untuk datang empat jam lebih awal dari keberangkatan untuk memudahkan proses check-in.
MAHB mengerahkan lebih banyak staf hingga 1.000 orang untuk memberikan bantuan bagi penumpang dan maskapai penerbangan. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang disebabkan oleh semua penumpang,” kata MAHB.