Isu Spionase 5G, Chief RA: Itu Peran BSSN | BECABUILT

Isu Spionase 5G, Chief RA: Itu Peran BSSN

Jakarta, becabuilt.technology – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan isu spionase yang dilakukan Huawei dengan menggunakan perangkat dan jaringan teknologi 5G merupakan peran dan tanggung jawab dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). 
Pernyataan itu ditegaskan Chief RA, sapaan karib Rudiantara, saat menggelar rapat kerja bersama Komisi 1 DPR, Selasa (18 Juni 2019).
Rudiantara sekaligus menjawab pertanyaan Anggota Komisi 1 Sukamta yang menanyakan bagaimana pemerintah melihat kondisi perang ekonomi maupun perang teknologi yang kini terjadi antara Amerika Serikat dan China. 
“Sekarang itu kan ada isu bahwa 5G itu bisa mengambil data kemudian espionage. Nah, di situlah peran BSSN, bahwa BSSN itu masuk bukan di konten percakapannya, tapi konteks data yang dikirimnya,” kata Rudiantara.
Isu spionase memanas awal tahun 2019 ketika AS menuduh perangkat 5G milik China mampu mencuri rahasia dagang, penipuan transfer bank, dan menghalangi proses hukum hingga dugaan mencuri teknologi seperti robotik milik T-Mobile US Inc yang digunakan untuk menguji daya tahan ponsel pintar.
Rudiantara mengatakan akan segera menemui Kepala BSSN Hinsa Siburian membahas perkembangan terkini. Menurut dia, salah satu persoalan yang masih mengganjal antara Kominfo dan BSSN dalam mengatur ruang siber adalah leading sector. 
Secara umum ia sepakat BSSN berada paling depan, tapi secara mendetail ada hal-hal yang harus dibicarakan lebih lanjut.
“Saya sepakat kita perkuat BSSN karena Indonesia itu sekarang bisa dikatakan naked from the cyberthreat. Nah, ini yang akan kita bicarakan lebih lanjut dengan Kepala BSSN Pak Hinsa yang juga kawan saya, kami kenal baik,” ujarnya.
Chief RA lalu mencontohkan bagaimana program overlapping yang terjadi antara BSSN dan Kominfo dalam Program 1000 Gladiator Kominfo yang bertujuan mencari talenta cybersecurity. 
Program itu telah berjalan sementara BSSN juga memiliki program serupa Bug Hunter di tengah rencana membuat kekuatan Matra Militer ke-4 yakni pasukan siber.
“Progam 1000 Gladiator ini kami persiapkan untuk masuk ke perusahaan dan lembaga yang fokus ke cybersecurity. Jadi, ini program anak-anak muda yang dipersiapkan negara. Nah, tentunya kami lapor ke BSSN dan terakhir kami lakukan program ini tahun lalu.”