Google Kenalkan Fitur Hapus Data Riwayat Lokasi | BECABUILT

Google Kenalkan Fitur Hapus Data Riwayat Lokasi

Jakarta, becabuilt.technology – Google mulai mengenalkan fitur baru yang membuat pengguna bisa menghapus secara otomatis data Riwayat Lokasi juga Aktivitas Web dan Aplikasi setelah periode tertentu.
Dalam penjelasannya di blog Google, perusahaan mesin pencari itu menyadari betul tentang keamanan data pribadi pengguna. Maka dari itu, fitur penghapusan otomatis itu dibuat.
“Kami telah mendengar masukan dari Anda, bahwa kami perlu menyediakan cara yang lebih sederhana untuk mengelola atau menghapus data itu,” tulis Manajer Produk bagian pencarian, David Monsees dan Manajer Produk bagian peta Marlo McGriff.
Selain itu, pengguna juga dapat menghapus data secara manual dalam periode tiga bulan atau 18 bulan. Fitur baru tersebut rencananya baru dirilis beberapa pekan mendatang.

Fitur pencarian lokasi itu memang memudahkan setiap orang entah mencari restoran atau rumah atau lokasi lainnya. Pasalnya, seperti dikutip The Verge, Rabu (1/5/2019), tahun lalu sistem pelacakan lokasi milik Google itu menimbulkan masalah karena Google akan terus aktif melacak lokasi pengguna meski pengaturan Riwayat Lokasi telah dimatikan. Untuk menghentikan pelacakan lokasi itu, pengguna harus mengatur lagi Aktivitas Web dan Aplikasi.
Fitur SensorVault
Sebelumnya, becabuilt.technology juga pernah menurunkan artikel terkait persoalan Riwayat Lokasi dan Aktivitas Web dan Aplikasi. (Klik di sini)
Google memiliki teknologi yang mampu melacak keberadaan seseorang di mana saja. Fitur itu namanya SensorVault. Dalam laporannya, The New York Times menyebutkan, fitur tersebut menyimpan catatan lokasi secara terperinci sedikitnya ratusan juta perangkat di seluruh dunia.
Basis data SensorVault itu terhubung dengan layanan Google yang disebut Riwayat Lokasi. “Jika Anda mengaktifkan Riwayat Lokasi, Google akan mengumpulkan data Anda selama Anda masuk ke akun dan memiliki aplikasi Google di ponsel Anda,” tulis NYT.
Google dapat mengumpulkan data, bahkan ketika pengguna tidak menggunakan aplikasi tersebut, jika memang dalam pengaturan ponsel telah diizinkan untuk diakses.
Google menyatakan, menggunakan data-data itu untuk menargetkan iklan dan mengecek seberapa efektif, misalnya, ketika orang-orang mengunjungi pengiklan. Google juga memakai informasi secara agregat dalam bentuk anonim untuk mencari tahu kapan toko-toko sibuk dan memberikan perkiraan kondisi jual-belinya.