Foto Vulgar Pelanggan Bocor, Reparasi HP Ini Bayar Rp 3 Juta | BECABUILT

Foto Vulgar Pelanggan Bocor, Reparasi HP Ini Bayar Rp 3 Juta

Jakarta, becabuilt.technology – Apes betul yang dialami toko reparasi ponsel (handphone/HP) ini. Gara-gara foto telanjang pelanggannya yang tersimpan di ponsel tersebar, mereka harus keluar ongkos ganti rugi.
Peristiwa itu dialami oleh Millenium Cell, toko reparasi ponsel di ITC Depok, Depok, Jawa Barat. Pada Desember 2018, tokonya menerima pelanggan yang mengeluhkan ponsel pintarnya rusak karena tidak mau menyala.
Toko pun menerima dan memperbaiki apa yang menjadi keluhannya. Menurut Putra, salah satu pekerja di Millenium Cell, tokonya selalu meminta kepada pelanggan untuk menghapus atau mencadangkan data pribadi terlebih dulu sebelum diperbaiki.
Sialnya, entah dijebak atau tidak, ada data pribadi pelanggan itu yang bocor, yaitu berupa foto telanjang pemilik HP dengan kekasihnya. Tersebarnya foto di Facebook itu setelah perbaikan ponsel selesai dilakukan. Akhirnya, mereka kembali ke toko dan menuduh telah menyebarkan foto itu.
“Kami sudah minta pelanggan tersebut untuk menghapus semua data, tetapi tidak tahu sudah benar-benar dihapus atau tidak,” ujar Putra yang ditemui Senin (1 Juli 2019). Putra mengatakan, saat ini karyawan yang memperbaiki HP pelanggan itu telah keluar dari pekerjaan.
Menurut Putra, mereka menuduh ada karyawan Millenium Cell yang membocorkan dan menyebarkan foto itu ke media sosial “Daripada ‘ramai-ramai’ (bikin masalah panjang) sampai orang tahu, ya sudah kami selesaikan ‘baik-baik saja’,” kata Putra.
Pemilik toko akhirnya membayar “uang damai” agar masalah seleai sebesar Rp 3 juta ke pemilik ponsel tersebut. Hingga kini, pemilik toko yang enggan namanya disebutkan, mengaku tak pernah tahu siapa sebetulnya yang menyebarkan foto itu: apakah karyawannya atau bukan, sebab setelah berdamai dirinya tak lagi memikirkan masalah itu dan karyawannya malah memilih keluar dari pekerjaan.
Sejak kejadian itu karena tak ingin terulang lagi, kata Putra, Millenium Cell selalu mengecek terlebih dulu apakah data pelanggan sudah dihapus atau belum.
Ia pun menyarankan kepada para pengguna ponsel dan pemilik reparasi untuk selalu melakukan pencadangan dan pengamanan data agar tidak terjadi hal serupa dengannya.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Bintang Cell. Agung Muhammad, salah satu karyawan di toko tersebut, mengatakan, dirinya selalu menekankan kepada pelanggannya untuk menghapus dan menyalin datanya sebelum menyerahkan ponselnya kepada petugas reparasi, lalu dicek kembali.
“Kami selalu melakukan antisipasi supaya tidak terjadi masalah-masalah di kemudian hari,” ujar Agung. Ia juga selalu mengingatkan kepada pelanggannya agar tidak menyimpan data-data penting di ponsel karena khawatir dengan penyalahgunaan data tersebut.
Redaktur: Andi Nugroho