Data Biro Jodoh Jangan Dipertukarkan | BECABUILT

Data Biro Jodoh Jangan Dipertukarkan

Jakarta, becabuilt.technology – Pakar hukum telematika Universitas Indonesia (UI), Edmon Makarim, mengatakan masyarakat perlu memahami betapa pentingnya keamanan data pribadi di era digital. 
Data pribadi, kata dia, adalah bentuk privasi yang paling mendasar karena terkait keamanan dan kenyamanan seseorang. 
Jika data pribadi yang diperoleh oleh sebuah perusahaan disebar, terlebih dalam jumlah besar, maka hakikatnya adalah ancaman pada keamanan dan kenyamanan hidup masyarakat.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah data pribadi pengguna biro jodoh. Menurut Edmon, saat ini terdapat aplikasi yang mengumpulkan data-data pribadi orang lewat biro jodoh kemudian disimpan dalam database.
“Biro jodoh itu kalau gak ada data, ya gak bisa apa-apa. Ibarat mobil atau pesawat secanggih apapun, tapi gak bisa jalan karena gak ada penumpang. Begitu pentingnya data-data,” kata Edmon kepada becabuilt.technology, Jumat (10/05/2019).
DI UNDUH RATUSAN RIBU PENGGUNA LOKAL
Saat ini pengguna maupun peminat biro jodoh menjamur dan semakin diminati warga net. Di Playstore terdapat berbagai pilihan aplikasi mencari pasangan dengan berbagai opsi. Peminatnya mulai dari remaja hingga orang dewasa berusia di atas 50-an.
Aplikasi buatan lokal menawarkan berbagai pilihan dari yang mengusung konsep Islami seperti taaruf sampai jodoh seiman. Misalnya aplikasi Kepo, Indonesian Chat & Dating dan Jodoh Seiman (Dear Single) yang sudah diunduh lebih dari 100 ribu pengguna. 
Kemudian Taaruf Nikah: Cari Jodoh Siap Nikah Terdekat dan Kenalan Yuk (Cari Jodoh) yang telah diunduh lebih dari 50 ribu pengguna. Aplikasi Setipe dan BeeTalk juga telah diunduh puluhan ribu orang. 
“Yang perlu dijaga adalah kaedah dan kewajiban moral untuk menjaga sebaik-baiknya data pribadi itu,” tegas Edmon.
Data pribadi kerap digunakan untuk profiling ke individual, targeted atau random. Misalnya, kata dia, bisa diarahkan ke kepentingan komersial seperti iklan yang terus menerus masuk ke email atau perangkat Anda setelah berkunjung ke suatu situs pengguna aplikasi.
Kemudian pengumpulan data untuk kepentingan customer satisfaction diizinkan untuk kepentingan internal. Yang dilarang adalah data di sharing ke pihak lain seperti bank yang melakukan sharing data nasabah ke asuransi. Bahkan, menurut Edmon, kebocoran data bisa membaca penyakit banyak orang.
“Profiling ini gak boleh dan harus sesuai persetujuan orangnya. Google kan pernah melakukan ini dan jadi masalah kan,” ujarnya.