Changpeng Zhao, Sosok Miliarder di Balik Binance | BECABUILT

Changpeng Zhao, Sosok Miliarder di Balik Binance

Jakarta, becabuilt.technology – Binance sedang menjadi pemberitaan seluruh dunia lantaran hacker mencuri 7.000 Bitcoin miliknya pada Rabu (8/5/2019) sekitar pukul 02.15 WIB.
Binance barangkali masih awam di telinga publik Indonesia. Namun, bagi pengguna internet yang hobi bermain mata uang digital alias kriptokurensi, Binance tidaklah asing.
Binance adalah salah satu perusahaan penyedia penukaran mata uang digital (kriptokurensi) terbesar di dunia. Menurut Forbes, Binance tumbuh menjadi paling besar di planet ini hanya dalam waktu kurang dari 180 hari.

Berita Terkait:

Hacker Bobol Binance, 7.000 Bitcoin Amblas
CEO Binance: Setoran dan Penarikan Bitcoin Ditunda

Awal 2019, tercatat volume perdagangan harian di Binance mencapai 500 juta. Binance sendiri mengklaim memiliki pangsa pasar di bisnis kriptokurensi sebesar 25 persen.
Binance yang berdiri pada 1 Juli 2017 adalah buah hasil kerja keras Changpeng Zhao. Pada awal-awal berdiri, Binance menawarkan koin yang disebut Binance Coin (BNB). Saat itu satu koin BNB setara dengan US$ 10 dan saat ini sekitar US$ 20.
Forbes menempatkan Zhao dalam Daftar Orang Terkaya di China di posisi 216 dengan nilai kekayaan sekitar Rp17,17 triliun.
Changpeng Zhao atau lebih dikenal dengan CZ, begitu juga namanya di Twitter, lahir di Jiangsu, China pada 1977. Ayahnya seorang profesor yang dicap sebagai intelektual pro borjuis dan pernah diasingkan sementara tidak lama setelah CZ lahir dan menetap di Kanada.
CZ tumbuh sebagai anak remaja di Vancouver, Amerika Serikat. Pada 1980-an, ia bekerja membantu keluarganya menjadi karyawan di McDonald’s dan bekerja pada malam hari di sebuah pompa bensin. Ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas McGill dengan mengambil jurusan Ilmu Komputer, tapi sangat berminat pada pasar saham dan perdagangan.
Sebelum Binance berdiri, pada 2005 CZ mendirikan Fusion di Shanghai. Fusion, seperti dikutip dari Cryptopotato.com, adalah platform perdagangan untuk broker. Selanjutnya, ia mulai berjualan mata uang digital pada 2013 melalui blockchain.info.
Pada tahun berikutnya, ia menjual apartemennya di Shanghai seharga US$ 1 juta untuk dipakai dalam investasi Bitcoin.
Seperti Steve Jobs, CZ selalu berpakaian hitam-hitam ke mana saja ia pergi. Ia juga tidak menyukai mobil dan rumah meski dalam promosi perusahaannya ia memberikah hadiah Lamborghini, tulis Cryptopotato.com.
Meski sebagai sosok miliarder, CZ dikenal sebagai orang yang ramah. Caranya berbicara, tulis Fortune, bukanlah seorang pembual.