Cerita di Balik Rekaman Radiohead yang Diretas | BECABUILT

Cerita di Balik Rekaman Radiohead yang Diretas

Jakarta, becabuilt.technology – Alih-alih membayar uang tebusan $150 ribu, Radiohead merilis 18 rekaman pribadi selama sesi pembuatan album OK Computer pada 10 Juni lalu. Gitaris dan pemain kibor Radiohead, Jonny Greenwodd di laman Twitternya, menyebutkan bahwa mereka telah diretas dan rekaman yang tidak pernah dirilis ke publik tersebut dicuri. Disebutkan, sang pencuri meminta tebusan $150 ribu agar tidak menyebarkan rekaman itu.
Grup musik rock alternatif yang telah berusia 34 tahun merespons ancaman tersebut dengan merilis 18 rekaman di situs penjualan musik digital Bandcamp seharga £18 (Rp 325.600). Uang penjualannya akan disalurkan ke  Extinction Rebellion, untuk mendukung kampanye lingkungan hidup.
Trek-trek yang dirilis lebih singkat daripada versi asli yang dicuri karena percakapan pribadi dan demo video telah dibuang. Trek-trek Radiohead yang totalnya berukuran 1,8 Gb ini hanya tersedia sampai tanggal 29 Juni 2019. 
Cerita Uang Tebusan
Ada beberapa teori bagaimana rekaman tersebut dicuri. Ihwal rekaman tersebut awalnya muncul di aplikasi bincang daring fans Radiohead, W.A.S.T.E. Central. Meski memiliki rekaman tersebut, kelompok di W.A.S.T.E. Central membantah meminta $150 ribu (Rp 2,1 miliar) uang tebusan dari Radiohead. Mereka juga membantah cerita bahwa rekaman itu dicuri pegawai XL Recordings dari Colin Greenwood, basis Radiohead.
Untuk meluruskan cerita seputar tebusan dan rekaman, beberapa orang dari grup W.A.S.T.E. Central merilis pernyataan resmi seputar masalah itu beberapa jam setelah Radiohead merilis rekaman OK Computer yang dicuri.  Awalnya, pada 26 Mei 2019, seorang anggota baru W.A.S.T.E. Central dengan nama daring Zimbra meminta kontak orang yang bisa ditanyai seputar materi rekaman Radiohead yang belum pernah dirilis ke publik. Ia pun dirujuk kepada anggota bernama Rhett. Zimbra menyatakan bahwa ia telah menjual beberapa lagu langka dari artis lainnya yang juga belum pernah dirilis. Zimbra diketahui merupakan anggota di leakth.is, forum jual beli barang-barang tadahan. Zimbra diketahui pernah menjual versi lain Lift, lagu Radiohead.

Rhett bertanya kepada Zimbra berapa harga rekaman-rekaman tersebut. Zimbra menjawab bahwa ia biasanya menjual setiap trek seharga $500 dan live version sebesar $50. Berdasarkan harga itu, salah seorang anggota diskusi memperkirakan biaya rekaman tersebut sekitar $150.000. Biaya perkiraan inilah yang kemudian viral sebagai harga tebusan untuk album Radiohead tersebut.
Setelah cerita soal tebusan tersebut viral, Zimbra yang marah karena Rhett menyebarkan preview rekaman itu kembali mengontak Rhett. Setelah berdiskusi panjang dengan Rhett, Zimbra berencana merilis bocoran rekaman itu gratis untuk menghindari tekanan sosial yang dialaminya. Maklum, di W.A.S.T.E. Central, ada beberapa anggota yang menyudutkan Zimbra dan berencana mengungkap identitasnya. Klik untuk membaca chat Rhett dan Zimbra.
“Pada akhirnya, kami kaget namun senang terhadap penyelesaian masalah ini dan bagaimana grup musik [Radiohead] menanganinya. Bukan hanya rekaman yang dirilis secara resmi punya kualitas yang lebih baik, juga semuanya berujung pada kampanye mengatasi perubahan iklim. Sejujurnya hal ini yang mesti mendapat perhatian lebih ketimbang pembocoran rekaman itu,” demikian konklusi rilis tersebut yang bisa diakses di sini.