BSSN: Blackout Bukan Cyber Attack, Serangan Anomali Banyak | BECABUILT

BSSN: Blackout Bukan Cyber Attack, Serangan Anomali Banyak

Jakarta, becabuilt.technology – Juru bicara Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Anton Setiyawan mengatakan tidak menemukan serangan siber pada pemadaman listrik (blackout) yang menimpa Jabodetabek, Banten, dan Jawa Barat, Minggu (4 Agustus 2019).
BSSN, kata dia, telah menemukan dan mengetahui banyak serangan anomali yang rutin terjadi kepada infrastruktur kritis nasional. Kondisi itu diselesaikan dengan cara berkoordinasi dengan lembaga/instansi yang menjadi pemilik sistem untuk segera melakukan penguatan dan pertahanan.
“Sampai saat ini, tidak ada satupun serangan siber yang terjadi kepada infrastruktur PLN yang mengakibatkan blackout,” kata Anton saat diwawancara Metro TV dilansir cuitan akun Twitter BSSN, Kamis (8 Agustus 2019).
“Serangan siber yang kami deteksi sebagai sebuah anomali itu ada. Setiap tahun kami mengeluarkan laporan mengenai anomali atau serangan yang terjadi di Indonesia. Namun yang terpenting adalah bagaimana agar anomali tersebut tidak menjadi sebuah insiden,” ujarnya.
Sebelumnya Direktur Pencegahan dan Ancaman BSSN, Ronald Tumpal, senada dengan mengatakan Direktorat Deteksi dan Identifikasi BSSN belum menemukan adanya serangan siber pada blackout PLN. Namun, sebelum terjadinya serangan, BSSN telah bersiaga dengan prinsip colaborative action.
“Koordinasi BSSN tidak hanya pas terjadi insiden, tapi sebelumnya juga sudah harus berkoordinasi. Ini tindakan preventif karena yang dilakukan adalah identifikasi – deteksi dulu. Kami kan sudah petakan,” ujar di Jakarta, Rabu (7 Agustus 2019).
Saat Presiden Jokowi mengunjungi PLN pada Senin (5 Agustus 2019) untuk menindaklanjuti blackout, terlihat Kepala BSSN Letjen (Purn) Hinsa Siburian, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kominfo Rudiantara dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.
“Ke depan tentu yang kita perlukan adalah bagaimana menentukan instansi sektor yang mana akan dilibatkan,” ujar Ronald.