BRTI Temukan Penyebaran Konten Negatif | BECABUILT

BRTI Temukan Penyebaran Konten Negatif

Jakarta, becabuilt.technology – Badan Regulasi Telekomunikasi (BRTI) menemukan adanya penggunaan SMS Blaster atau Mobile Blaster atau Fake Base Tranceiver Station (BTS).
Perangkat palsu itu mampu berfungsi sebagai BTS tiruan dan mengirimkan pesan singkat (SMS) kepada pelanggan tanpa izin komersial.
Ketua BRTI, Ismail MT, mengatakan, Fake BTS sering dimanfaatkan untuk penyebarluasan konten negatif seperti hoaks, berita palsu, provokasi, ujaran kebencian, dan konten informasi negatif melalui SMS.
“Tindakan ini melanggar UU Telekomunikasi dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik,” ujar Ismail juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Kominfo seperti dikutip dari situs web Kominfo yang diakses Kamis (18/4/2019).
“Kami minta semua pihak terkait untuk berhenti menggunakan perangkat yang tidak memiliki Sertifikat Kominfo semacam itu,” Ismail menambahkan.
Toko Online Dipantau
Ismail menyatakan, telah meminta para vendor perangkat dan toko-toko untuk tidak lagi melakukan penjualan perangkat SMS Blaster/Mobile Blaster/Fake BTS yang tidak sesuai ketentuan.
Adapun kepada platform penyedia e-commerce dan toko online juga diminta untuk menutup iklan yang menawarkan perangkat Fake BTS.
Tim Ditjen SDPPI bersama Balai Monitor Frekuensi Radio dan Korwas PPNS Kominfo juga terus melakukan monitoring penjualan SMS Blaster/Mobile Blaster/Fake BTS ke toko-toko offline berdasarkan informasi dari operator seluler maupun penelusuran di dunia maya.
BRTI juga menengarai penyebaran konten negatif melalui SMS dalam jumlah besar (blasting), tapi dengan modusmenutupi identitas pengirim (masking). Hal semacam ini dapat dilakukan oleh penyedia konten SMS yang memiliki kerja sama dengan operator seluler.
“Kami mengingatkan juga operator seluler untuk melakukan peran pengawasan dan pengendalian dengan cara memberi penegasan dan mengingatkan para mitranya agar tidak menyalahgunakan tujuan kerja sama tersebut,” kata Ismail.
Redaktur: Andi Nugroho