Broadcom Inc Beli Unit Keamanan Symantec US$ 10,7 Miliar | BECABUILT

Broadcom Inc Beli Unit Keamanan Symantec US$ 10,7 Miliar

becabuilt.technology – Broadcom Inc, perusahaan semikonduktor yang memproduksi chip dan komponen komputer asal Amerika Serikat, berencana membeli unit keamanan dari Symantec Corp, perusahaan software antivirus.
Nilai pembelian dikabarkan Reuters pada Kamis (8 Agustus 2019) sebesar US$ 10,7 miliar dalam bentuk uang tunai.
Broadcom tampaknya ingin memperkuat bisnisnya di perangkat lunak. Setelah tahun lalu membeli produsen software asal AS lain, CA Inc, sebesar US$ 18,9 miliar, kini mereka juga sedang negosiasi untuk pembelian produsen software infrastruktur, Tibco Software Inc–anak perusahaan Vista Equity Partners yang dibeli sebesar US$ 4,3 miliar pada 2014.
Tahun lalu, Broadcom gagal membeli pembuat chip ponsel Qualcomm Inc sebesar US$ 117 miliar.
“Serangkaian merger dan akuisisi perusahaan telah memainkan peran sentral dalam strategi pertumbuhan Broadcom. Dan, keputusan ini langkah logis berikutnya dalam strategi kami,” kata Chief Executive Officer Broadcom, Hock Tan.
Melalui serangkaian akuisisi, Tan telah mendorong pembuat chip yang bernilai hanya beberapa miliar untuk kapitalisasi pasar sekitar US$ 108 miliar dalam 13 tahun kepemimpinannya.
Broadcom mengatakan kesepakatan Symantec diperkirakan akan ditutup pada kuartal pertama tahun 2020 dan tunduk pada persetujuan peraturan di Amerika Serikat, Uni Eropa dan Jepang.
Unit keamanan Symantec selama ini menyediakan produk dan layanan keamanan untuk pelanggan bisnis dan pemerintah.
Sejumlah sumber Reuters bulan lalu menyebutkan bahwa sebetulnya Broadcom menawar seluruh perusahaan Symantec, tapi Symantec tak sepakat dengan tawaran harganya.
Beberapa eksekutif Symantec, termasuk CEO Greg Clark, telah meninggalkan perusahaan beberapa bulan lalu, di saat otoritas AS menyelidiki dugaan skandal akuntansi.
Symantec juga berencana mengurangi tenaga kerjanya skala global sekitar tujuh persen dan akan mengeluarkan uang pesangon sekitar US$ 100 juta. Hingga 29 Maret lalu, perusahaan memiliki lebih dari 11.900 orang.