​​​​​​​Awas, Jaringan Kapal Pun Jadi Incaran Hacker | BECABUILT

​​​​​​​Awas, Jaringan Kapal Pun Jadi Incaran Hacker

Washington, becabuilt.technology –Jangan menganggap bahwa serangan siber (cyberattack) hanya terjadi di darat. Baru-baru ini Penjaga Pantai Amerika Serikat (United States Coast Guard/USCG) mengeluarkan imbauan kepada seluruh pemilik kapal untuk mengecek keamanan jaringan yang telah terpasang.
Dalam imbauan yang diterbitkan, Selasa (8 Juli 2019) itu—klik PDF-nya—USCG melaporkan terkait dengan kejadian serangan siber terhadap sebuah kapal internasional yang sedang berlayar ke New York dan New Jersey.
Serangan itu terjadi pada Februaru lalu. Menurut analisis tim pakar siber dari USCG, serangan itu berupa malware yang merusak fungsi sistem komputer onboard, tapi belum menyentuh sistem kontrol kapal utama.
Tim juga mengidentikasikan, bahwa ternyata kapal tersebut tidak menerapkan standar keamanan siber yang efektif, sehingga sistem kendali kapal rentan terhadap serangan.
Menurut laporan itu, sebetulnya kabar bahwa risiko keamanan pada jaringan kapal telah menjadi perbincangan di kalangan awak kapal.
Meski sebagian besar awak kapal tidak menggunakan komputer di kapal untuk mengecek email pribadi, melakukan pembelian online atau memeriksa rekening bank, jaringan kapal tersebut juga dipakai untuk aktivitas bisnis.
Aktivitas di kapal tersebut, di antaranya memperbarui grafik elektronik, mengelola data kargo, dan berkomunikasi dengan penjaga pantai, pilot, dan agen.
Sayangnya, menurut laporan itu, seharusnya pemilik kapal melindungi sistem tersebut dengan prosedur cybersecurity.  Ini sama pentingnya, kata USCG, dengan mengendalikan akses fisik ke kapal atau melakukan perawatan rutin pada mesin tradisional.
“Terlebih, dengan mesin yang dikendalikan dengan mouse dan ketergantungan yang meningkat pada sistem bagan dan navigasi elektronik,” tulis laporan USCG yang diakses pada Jumat (12 Juli).
Dengan kejadian itu, USCG mengimbau bahwa sangat penting bagi komunitas maritim untuk beradaptasi dengan teknologi yang terus berubah. “Lanskap ancaman pun berubah sehingga perlunya penerapan dasar-dasar siber,” tulis USCG.