Tinggal di Hotel Mewah hingga Bayar Pelacur | BECABUILT

Tinggal di Hotel Mewah hingga Bayar Pelacur

London, becabuilt.technology – Dengan uang yang begitu banyak, tentu saja gaya hidup Zain Qaiser berubah. Ia menghabiskan uangnya untuk membeli barang dan tinggal di hunian mahal.
Ia mengeluarkan uang sebesar £5.000 (setara Rp 92 juta) untuk jam tangan Rolex dan £2.000 (Rp37 juta) untuk keperluan tinggal di Hotel Chelsea.
Ia juga secara rutin menghabiskan uangnya untuk menghibur diri dengan pelacur, obat-obatan, dan perjudian. Dengan uang sebesar £70.000 ia bermain di kasino di sebuah pusat perbelanjaan kelas atas. Dalam foto yang dirilis NCA, ia tertangkap kamera saat main di sebuah kasino.
TERKAIT:
Baca: K!NG, Penjebak Ulung di Situs Web Porno (1)
Baca: Memakai Teknik Malware Iklan (2)
Kesenangan Qaiser harus berhenti sejak ada laporan polisi yang dilakukan oleh broker iklan yang sempat diancam oleh Qaiser. Broker iklan itu diminta untuk mempromosikan malware iklan.
Sayangnya, perusahaan Kanada yang menjual ruang iklan itu justru meminta Qaiser menghentikan aksinya. Apa reaksi Qaiser? Ia malah menyerang perusahaan itu secara besar-besaran ke situs web mereka sehingga perusahaan merugi ratusan ribu poundsterling.
Menurut The Guardian, serangan itu dilakukan saat ia ditahan di rumah sakit Goodmayes, London Timur Laut, dengan menggunakan Wi-FI rumah sakit.
“Sungguh, ini jauh lebih baik bila kita bekerja sama,” demikian kata Qaiser dalam pesannya kepada si broker iklan.
“Kita bisa menghasilkan uang serius secara besama-sama. Inilah caraku atau bukan. The K!NG is back.”
Akhirnya perusahaan itu melaporkan ke polisi.
Sejauh ini, menurut Badan Kejahatan Nasional (NCA), belum diketahui secara persis berapa banyak korban yang telah membayar uang tebusan, tapi data forensik telah mengungkapkan, kejahatan yang dilakukan Qaiser begitu besar.
Satu tangkapan layar dari sistem kendali memperlihatkan, bahwa Qaiser menghasilkan £11.000 (setara Rp203 juta) hanya pada Juli 2014.
Dari sampel yang diambil, NCA menghitung hanya satu iklan palsu muncul di 21 juta peramban (browser) setiap bulan, termasuk 870.000 tampilan di halaman situs web porno yang diakses di Inggris.
“Paket serangan” ransomware itu diperkirakan telah diunduh 165.000 komputer dan sekitar lima persennya atau 8.000 pengguna kemungkinan telah menjadi korban permintaan uang tebusan.
Saat ditangkap, penyelidik keuangan NCA mengatakan, Qaiser secara pribadi telah menerima hampir £550.000 (setara Rp10,18 miliar).
Bahkan, selama masa penyelidikan berlangsung, penyelidiki juga menemukan, Qaiser masih menerima sebesar £100.000 ketika rekan-rekanya memindahkan dana melalui Gibraltar dan Belize ke akun online yang dapat diakses di Inggris.
Penyelidik meyakini bahwa Qaiser masih memiliki lebih banyak simpanan dalam bentuk mata uang kripto.
“Zain Qaiser adalah pelaku kejahatan siber yang paling serius yang diselidiki NCA,” tutur Kepala Investigasi Siber NCA seperti dilansir BBC.
“Saya pikir kita semua tidak akan pernah tahu berapa jumlah sebenarnya dari orang-orang yang telah membayar,” ia melanjutkan.