Pengamat Keamanan Siber: Ini Tamparan bagi KPU! | BECABUILT

Pengamat Keamanan Siber: Ini Tamparan bagi KPU!

Jakarta, becabuilt.technology – Pengamat keamanan siber dari Vaksin.com, Alfons Tanujaya, mengatakan, terjadinya peretasan terhadap laman situs web Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia oleh peretas (hacker) Chemod-77 adalah hal yang memalukan.
“Ini kejadian yang membuat KPU malu juga ditampar di depan semua orang,” kata Alfons kepada becabuilt.technology, Kamis (11/4/2019), ketika dimintai tanggapan atas peretasan itu.
TERKAIT:
Baca: Situs Web KPU Pusat Disusupi Hacker Chemod-77
Baca: Tim KPU Langsung Hapus Kiriman Hacker Chemod-77
Menurut Alfons, seharusnya dengan anggaran yang cukup memadai, tim teknologi informasi KPU berusaha kuat untuk melindungi sistem keamanan situs webnya. Oleh karena itu, ia menyarankan, dengan kejadian tersebut tim TI KPU segera melakukan penyelidikan internal.
“Si pelaku mungkin ingin memberikan input atau informasi, ‘Masih ada celah nih, saya bisa masuk.’ Ini membuktikan bahwa situs web KPU masih punya kelemahan. Itu perlu diselidiki kenapa bisa muncul tulisan itu (Hacked By: Chemod-77),” kata Alfons.
Alfons mengatakan, memang sebuah situs web diretas itu adalah hal yang wajar karena hampir di seluruh dunia ada percobaan untuk menyerang sebuah situs web.
Dalam konteks peretasan itu, ia juga berpendapat, yang perlu dipahami publik adalah jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang ingin mengacaukan penyelenggaraan Pemilu 2019 dengan mendelegitimasi KPU.
“Banyak yang salah mengira, kalau situs web KPU bisa diretas, lalu hasil pemilu pun bisa diretas dan diatur atau dimanipulasi. Itu tidak benar,” kata dia.
Padahal, menurut Alfons, data hasil Pemilu pada 17 April nanti tidak ada korelasinya dengan data yang ditampilkan di situs web KPU.
“Yang dikhawatirkan adalah ada opini yang sengaja diarahkan ke situ (manipulasi data hasil pemilu) meski sebetulnya situs web KPU diretas pun tidak berpengaruh apa pun terhadap hasil pemilu. Karena data hasil pemilu itu bersifat offline,” Alfons menambahkan.
Seperti diketahui, situs web KPU menjadi sasaran peretas saat diakses pada Kamis (11/4/2019) pukul 16.40 WIB.
Tampilan yagn diretas tadinya beralamat di tautan berikut ini: https://www.kpu.go.id/index.php/pages/detail/2019/1082 dengan mencantumkan tulisan Hacked By: Chemod-77 dan laman kosong.
Namun, ketika diakses lagi pada pukul 16.48, tampilan laman situs web telah kembali normal dan tulisan Hacked By: Chemod-77 telah dihapus oleh tim teknologi informasi KPU. Kini laman tersebut berisi tidak kosong lagi dan berisi “Peserta Pemilu 2019”.