Kaspersky: Serangan pada Sistem Kontrol Industri di Indonesia Tinggi | BECABUILT

Kaspersky: Serangan pada Sistem Kontrol Industri di Indonesia Tinggi

Jakarta, becabuilt.technology – Kaspersky Lab menemukan selama 2018 sekitar 43,2 persen aktivitas malware menginfeksi Sistem Kontrol Industri (Industrial Control System/ICS) di Indonesia. Jumlah tersebut menempatkan Indonesia berada pada urutan ke-6 di dunia.
Pasalnya, aktivitas siber ganas pada ICS dianggap sebagai ancaman yang sangat berbahaya karena berpotensi menyebabkan kerugian material dan penghentian produksi dalam pengoperasian fasilitas industri.
Peneliti Kemanan Kaspersky Lab Kirill Kruglov mengatakan, sumber utama ancaman terhadap komputer industri bukanlah serangan yang ditargetkan, tetapi malware yang didistribusikan secara massal dan masuk ke sistem industri secara tidak sengaja, melalui internet, USB, atau e-mail .
“Serangan tersebut berhasil adalah karena sikap tidak acuh terhadap keamanan siber oleh karyawan, yang seharusnya dapat dicegah dengan pelatihan dan kesadaran tinggi dari staf itu sendiri. Bahkan, ini jauh lebih mudah ketimbang mencoba menghentikan para pelaku kejahatan siber dalam menjalankan aksinya,” kata Kruglov melalui siaran pers, Selasa, (2/4/2019).
General Manager Kaspersky Lab Asia Tenggara Yeo Siang Tiong menuturkan, wilayah Asia Tenggara masih menjadi dua wilayah teratas yang paling terpengaruh oleh jenis ancaman malware.
“Dengan menggunakan internet dan trik sederhana seperti serangan phising oleh pelaku kejahatan siber, para karyawan yang bertanggung jawab atas sistem kritis ini harus meningkatkan kesadaran tentang keamanan siber dan kewaspadaan mereka terhadap email, tautan, serta lampiran yang mencurigakan,” tutur Yeo.
Negara yang paling terkena dampak serangan ICS adalah Vietnam (70,09 persen), Aljazair (68,91 persen), dan Tunisia (64,57 persen). Sementara negara yang paling sedikit terkena dampak adalah Irlandia (11,7 persen), Swiss (14,9 persen), dan Denmark (15,2 persen).
Redaktur: Andi Nugroho