Tahun Ini BRI Telah Rumahkan 125.000 Orang | BECABUILT

Tahun Ini BRI Telah Rumahkan 125.000 Orang

Jakarta, becabuilt.technology – Dunia perbankan Indonesia saat ini telah mengalami disrupsi teknologi yang menyebabkan tenaga manusia kian digeser oleh peran mesin.
Hal itu dinilai sebagai proses yang natural karena efek disrupsi teknologi dan transformasi digital. Demikian disampaikan Direktur Teknologi Informasi dan Operasi Bank BRI Indra Utoyo di Jakarta, Selasa (2/4/2019).
Utoyo menyampaikan hal itu usai acara “Tik Talk Data Driven Indonesia” yang diadakan oleh Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas).
Menurut Utoyo, meski disrupsi teknologi sebuah proses natural, tenaga manusia tetap dibutuhkan untuk memberikan aspek sentuhan humanis kepada pelanggan.
“Karena fisikal dan digital itu sebuah keniscayaan. Tetapi, bentuk fisiknya itu sudah berbeda. Memang transaksi sudah pindah ke digital. Tetapi, bicara konsultasi, edukasi, marketing-nya, itu harus orang,” kata Indra
Menurut Indra, BRI sudah melakukan proses transformasi digital dalam beberapa tahun terkahir ini. Bahkan, pada 2018 BRI melakukan pengurangan SDM sebanyak 130 ribu orang. Pada tahun ini, BRI sudah melakukan pengurangan SDM sebanyak 125 ribu orang.
“Jadi, itu sebuah keniscayaaan. Jadi transformasinya sendiri tidak boleh ditahan. Masalah SDM yah, kita selesaikan,” jelas Indra.
Demi terus menggenjot pembaharuan teknologi di perusahaan, tahun ini BRI mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 3,7 triliun. Jumlah tersebut, tumbuh dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 2,5 trilun.
“Teknologi harus terus kita perbaharui. Karena, kehadiran teknologi akan menjadi enbaler bagi pertumbuhan sektor perbankan, serta dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada pelanggan,” ujar dia.
Redaktur: Andi Nugroho