Survei: Teknologi 5G Dongkrak Trafik Data Seluler di ASEAN | BECABUILT

Survei: Teknologi 5G Dongkrak Trafik Data Seluler di ASEAN

Singapura, becabuilt.technology – Ericsson, perusahaan perangkat telekomunikasi mengeluarkan laporan terbaru mengenai mobilitas seluler dan teknologi 5G. Disebutkan dalam laporan, trafik data seluler di Asia Tenggara dan Oseania diperkirakan naik tujuh kali lipat dari 2,3 exabytes tahun lalu menjadi 16 exabytes pada 2024.
Pertumbuhan trafik data seluler tersebut akan didorong oleh momentum kehadiran teknologi 5G yang diperkirakan akan meraih pelanggan sebanyak 12 persen pada wilayah tersebut pada 2024.
Kepala Ericsson Singapura, Brunei, dan Filipina Martin Wiktorin mengatakan, trafik video seluler memicu total lalu lintas data karena pengguna menghabiskan lebih banyak waktu untuk streaming dan berbagi video. Ini diperkirakan akan terus berlanjut karena video tertanam di semua jenis konten online.
“Ketika 5G secara bertahap diluncurkan dengan perangkat yang kompatibel, streaming video 360 derajat dan augmented reality akan mulai menjadi faktor penting dalam pertumbuhan lalu lintas seluler,” kata Wiktorin seperti dikutip dari ZDNet, yang diakses Selasa (25 Juni 2019).
Di Singapura, misalnya, pelanggan smartphone diperkirakan mengonsumsi data hingga 200 GB data per bulan pada perangkat 5G pada 2024. Kesimpulan tersebut diperoleh setelah melakukan survei kepada 1.500 pengguna smartphone berusia 15-69 tahun.
Selain itu, rata-rata pengguna smartphone di negara-negara yang berbasis di kota menyatakan keinginan untuk membayar premi 52 persen untuk mengakses layanan 5G. Bahkan, responden di Singapura juga mengharapkan sensor rumah pintar dan layanan televisi 5G menjadi dua aplikasi teratas yang tersedia dalam paket seluler 5G. Responden juga berharap teknologi 5G bisa menjadi kenyataan dalam dua tahun mendatang.
Selain itu, sebanyak 53 persen responden di Singapura juga meyakini kacamata augmented reality/AR atau virtual reality/VRakan populer pada 2025, yang dipakai menonton video di perangkat seluler. Sementara, penyedia peralatan telekomunikasi di Singapura mengharapkan, perangkat komersial 5G  akan tersedia pada paruh pertama 2019.
Ericsson juga mengatakan, jangkauan jaringan 5G akan mencapai 45 persen dari populasi global pada akhir 2024. Bahkan, jumlah ini bisa naik hingga 65 persen dengan teknologi berbagi spektrum yang memungkinkan peluncuran 5G pada pita frekuensi LTE.
“Smartphone yang mendukung semua band spektrum utama diharapkan akan tersedia di pasar akhir tahun ini dengan langganan global 5G diproyeksikan akan melebihi 10 juta pada akhir 2019,” tegas Wiktorin.