Sosialisasi di Lampung, LinkAja Gelar 'Ceria Tanpa Cash' | BECABUILT

Sosialisasi di Lampung, LinkAja Gelar ‘Ceria Tanpa Cash’

Jakarta, becabuilt.technology – Layanan transaksi elektronik LinkAja terus memperluas gerakan nasional non tunai (GNNT) ke daerah-daerah. Pada Sabtu (29 September 2019) layanan elektronik milik BUMN ini melakukan sosialisasi ke Lampung melalui gelaran “Ceria Tanpa Cash, Geh!” selama tiga hari di Mall Boemi Kedaton 27-29 September 2019.
“Acara ini merupakan komitmen kami dalam memperkaya use case LinkAja untuk memenuhi seluruh kebutuhan esensial dan gaya hidup semua kalangan masyarakat,” kata Direktur utama LinkAja, Danu Wicaksana, dalam keterangan pers yang diterima becabuilt.technology, Sabtu (29 September 2019).
Elektronifikasi transaksi yang dihadirkan oleh LinkAja tidak hanya mencakup
tenant F&B di acara “Ceria Tanpa Cash, Geh!”, tapi juga kemudahan transaksi non-tunai seluruh ekosistem di Mal Boemi Kedaton. Mulai dari supermarket, department store, hingga berbagai tenant lainnya di area tersebut.
“Kami harap kemudahan transaksi elektronik yang LinkAja tawarkan, dengan berbagai promo yang menarik, dapat menjadi insentif adopsi bagi masyarakat Lampung untuk meningkatkan kebiasaan bertransaksi secara nontunai,” ujar Danu.
“Ceria Tanpa Cash, Geh!” merupakan kerja sama LinkAja dengan Bank Mandiri serta Mal Boemi Kedaton, yang merupakan unit bisnis dari Chandra Group. Vice President PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Gunawan Edi Sasongko, mengatakan target utama sosialisasi di Lampung adalah kaum Milenial.
“Kami mengajak para Milenial maupun pengunjung Mal Boemi Kedaton untuk mulai bertransaksi secara nontunai dengan menggunakan LinkAja sebagai salah satu alternatif pembayaran digital,” kata Gunawan.
Akhir 2018 data Bank Indonesia (BI) menyatakan volume transaksi uang elektronik meningkat drastis lebih dari 200 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Disebutkan bahwa tahun 2017 transaksi uang elektronik yang tercatat sebanyak 943,3 juta transaksi. Pada akhir 2018 jumlah transaksi uang elektronik meningkat drastis menjadi sebanyak 2,9 miliar transaksi.
Untuk nominal transaksi uang elektronik, pada tahun 2017 tercatat perputaran uang sebesar Rp 12,4 triliun. Setahun berikutnya meningkat drastis tiga kali lipat menjadi Rp 47,2 triliun di akhir tahun 2018.