Perlunya Standardisasi Sistem API Terbuka di Sektor Keuangan | BECABUILT

Perlunya Standardisasi Sistem API Terbuka di Sektor Keuangan

Jakarta, becabuilt.technology – Saat ini sektor keuangan di Indonesia baik perbankan maupun layanan fintech  telah menerapkan sistem Open Application Programming Interface/API Terbuka. Sayangnya, hingga kini belum ada standardisasi berkaitan dengan keterbukaan sistem tersebut.
“API itu kan keterbukaan informasi, di mana setiap perusahaan saling terhubung aplikasinya. Berkaitan dengan hal itu penyelenggara sistem elektronik harus membuat standar yang nantinya disepakati oleh seluruh stakeholder terkait,” ujar Director Solution & Infrastructur Bussines PT Multipolar Technology Tbk, Jip Ivan Sutanto, saat ditemui di acara Fintech & FSI: Embracing The Era of Coopetition di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (25 Juni 2019).
Menurut Ivan, pemakaian sistem API Terbuka memberikan manfaat bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang keuangan dan e-commerce. Namun, ia juga mengingatkan akan risiko-risiko yang dihadapi oleh seluruh penyelanggara sistem ketika menerapkan API Terbuka. 
“Jadi, setiap perusahaan harus buka pintu, bahayanya ketika kita buka pintu, pencuri akan berusaha mencari kesempatan,” kata dia.
Oleh karena, kata dia, sistem keamanan siber (cybersecurity) sangat penting dalam penerapan sistem API Terbuka tersebut. “Mengapa cybersecurity itu penting saat ini, karena semua akses dilakukan melalui internet. Kita enggak tahu yang sedang akses layanan itu siapa saja. Karena kita perlu banyak mengamati ke akses trafk di jalur network kita,” ujar Ivan.
Menurut dia, sistem API Tebuka ke depan membentuk suatu ekosistem di sektor keuangan; setiap perusahan perbankan dan fintech tidak ada yang berkompetisi lagi karena semua sistem saling terhubung dan bekerja sama.
Redaktur: Andi Nugroho