Pemerintah Targetkan 10.000 IKM Masuk Pasar Online | BECABUILT

Pemerintah Targetkan 10.000 IKM Masuk Pasar Online

Jakarta, becabuilt.technology – Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Eddy Siswanto, mengatakan, saat ini sejumlah pelaku industri kecil dan menengah (IKM) lokal mulai banyak memasuki pasar online untuk mempromosikan produknya.
“Penetrasi penggunaan internet diharapkan bisa dimanfaatkan untuk usaha-usaha produktif yang mendorong efisiensi dan perluasan akses seperti jual beli online,” Eddy Siswanto di Jakarta seperti dikutip dari situs web Kemenperin.
Guna membantu para pelaku IKM, Kemenperin meluncurkan program e-Smart IKM sejak 2017. Program ini mejalin kerja sama dengan para pelaku e-commerce di Indonesia, seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, BliBli, Blanja.com, Ralali, dan Gojek Indonesia.
Menurut Eddy, Kemenperin menargetkan sebanyak 10.000 pelaku IKM dari berbagai sektor dapat masuk ke pasar online melalui e-Smart IKM selama periode 2017-2019. Mereka terdiri atas sektor industri makanan dan minuman, logam, furnitur, kerajinan, fesyen, herbal, kosmetik, serta industri kreatif.
“Hingga saat ini, animo peserta cukup tinggi, di mana jumlah peserta yang mengikuti workshop e-Smart IKM telah mendekati 9.000 pelaku usaha,” ujar dia.
Total nilai transaksi online dari seluruh IKM tersebut mencapai Rp 2,3 miliar. Dari jumlah ini, sebanyak 31,87 persen di antaranya atau sekitar Rp755 juta berasal dari sektor industri makanan dan minuman.
Eddy menambahkan, agar dapat bersaing di platform digital, IKM nasional perlu menjaga kualitas dan standar produk serta meningkatkan kemampuan untuk memproduksi massal sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik hingga ekspor.
“E-commerce ini akan menjadi gerbang bagi pelaku IKM kita untuk melakukan transformasi digital dengan menggunakan alat promosi digital, sistem informasi digital, pembayaran digital, serta manajemen relasi dengan pelanggan secara digital pula,” tutur dia.