Mengapa Orang Indonesia Lamban Belanja Melalui Aplikasi? | BECABUILT

Mengapa Orang Indonesia Lamban Belanja Melalui Aplikasi?

Jakarta, Cyberthreat,id – Liftoff, platform yang bergerak di bidang pemasaran dan penargetan ulang aplikasi seluler, merilis laporan tahunan ketiga mereka terkait pertumbuhan pasar aplikasi seluler.
Laporan ini  disusun melalui kerja sama dengan Adjust, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengukuran seluler (mobile measurement) dan pencegahan kecurangan (fraud prevention).
Mereka menganalisis tentang perilaku berbelanja orang Indonesia melalui aplikasi seluler. Hasilnya, semakin meningkatnya kenyamanan dalam berbelanja dapat membantu mendorong pengguna untuk berbelanja melalui aplikasi tersebut.
Di sisi lain, terkait jangka waktu menginstal aplikasi e-commerce dengan waktu mulai membeli, konsumen Indonesia biasanya memakan waktu yang lama untuk bergerak dari instalasi ke pembelian, yaitu dengan rata-rata waktu mencapai 1 hari, 19 jam, dan 31 menit.
Hal lain yang menjadi perhatian bagi pihak pemasar dan pengusaha ritel adalah tingkat retensi aplikasi belanja di Indonesia yang berada di posisi paling akhir dibandingkan dengan negaranegara lain di kawasan Asia-Pasifik.
Disebutkan, di Indonesia,  tingkat retensinya sebesar 11 persen pada hari pertama dan turun drastis menjadi 4 persen pada hari ketujuh.
Alasan utama yang melatari penurunan drastis ini adalah rendahnya kurva pembelajaran (learning curve) konsumen, ketidaksabaran dalam memahami mekanisme penggunaan aplikasi, serta kegagalan dalam memahami nilai jangka panjang dari instalasi suatu aplikasi.
 
“Penyedia aplikasi harus menemukan pesan yang tepat serta mengirimkannya dengan konteks yang tepat kepada konsumen dapat membantu menghilangkan halangan-halangan tersebut, yang pada akhirnya akan mendorong tingkat retensi dan ketertarikan pengguna,” kata  Dennis Mink, Vice President Marketing Liftoff melalui siaran pers, Kamis (27 Juni 2019).
Meski demikian, Menurut Dennis, Indonesia merupakan sebuah pasar yang sangat menarik dalam hal akuisisi dan perilaku pengguna terhadap aplikasi belanja seluler. “Hal ini dikarenakan tingginya ekspansi penggunaan internet serta pertumbuhan perdagangan daring (online commerce),” ujar Dennis.