Industri Manufaktur RI Beralih ke Digital, Ini Indikatornya | BECABUILT

Industri Manufaktur RI Beralih ke Digital, Ini Indikatornya

Jakarta, becabuilt.technology – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara, mengatakan, sejumlah industri manufaktur di Indonesia mulai siap memasuki era industri 4.0.
Menurut dia, indikator persiapan sejumlah industri masuk ke industri 4.0 yaitu ditandai dengan antusiasme mereka dalam mengikuti penilaian Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0).
“INDI 4.0 merupakan indeks acuan bagi industri dan pemerintah dalam mengukur tingkat kesiapan industri bertransformasi menuju industri 4.0 di Indonesia,” jelas dia seperti dikutip dari situs web Kemenperin, yang diakses Jumat (5 Juli 2019).
Menurut Ngakan, hingga kini sebanyak 328 perusahaan industri sudah melakukan self-assesment INDI 4.0 secara online melalui akun SIINas (Sistem Informasi Industri Nasional). Jumlah itu meliputi 39 perusahaan industri makanan dan minuman, 10 perusahaan industri tekstil, serta 30 perusahaan industri kimia.
Selanjutnya, 198 perusahaan industri otomotif, 28 perusahaan industri elektronika, 11 perusahaan industri logam, 11 perusahaan industri aneka, dan satu perusahaan industri EPC. “Dari hasil self-assesment INDI 4.0, industri di Indonesia cukup siap untuk bertransformasi menuju indsutri 4.0,” kata Ngakan.
Ngakan menjelaskan, INDI 4.0 terdiri atas lima pilar, yaitu manajemen dan organisasi (management and organization), orang dan budaya (people and culture), produk dan layanan (product and services), teknologi (technology), dan operasi pabrik (factory operation). Adapun level dalam INDI 4.0 mulai dari level 0 yang artinya belum siap bertransformasi ke industri 4.0.
Kemudian, level 1 industri masih pada tahap kesiapan awal, level 2 adalah industri pada tahap kesiapan sedang, level 3: industri sudah pada tahap kesiapan matang, dan level 4 menandakan industri sudah menerapkan industri 4.0.
Tahun ini, Kemenperin telah menetapkan lima industri yang mendapatkan penghargaan INDI 4.0, yaitu PT Indolakto untuk sektor industri makanan minuman, PT Pupuk Kaltim untuk sektor industri kimia, PT Pan Brothers Tbk untuk sektor industri tekstil, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia untuk sektor industri otomotif, dan PT Hartono Istana Teknologi untuk sektor industri elektronika.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, mengatakan, implementasi industri 4.0 dinilai dapat membawa manfaat bagi perusahaan, terutama peningkatan pada produktivitas.  
“Era digital atau industri 4.0 ini manfaatnya akan memberikan efisiensi dan produktivitas kepada perusahaan yang naik hingga 40 persen. Berarti untungnya juga bisa naik 40 persen. Maka bayar pajaknya pun bertambah. Dengan demikian perusahaan untung, kemudian pemerintah juga untung. Itu salah satu manfaat implementasi industri 4.0,” tutur Airlangga.