Go-Pay Rangkul Musisi Jalanan Lewat QR Code | BECABUILT

Go-Pay Rangkul Musisi Jalanan Lewat QR Code

Jakarta, becabuilt.technology – Bagaimana nasib pengamen jalanan di era digital. Pertanyaan itu dijawab tuntas layanan dompet virtual Go-Pay yang merangkul musisi jalanan dengan menjadikannya mitra bisnis.
Go-Pay menjalin kerja sama dengan Institut Musik Jalanan (IMJ) melalui pengenalan metode pembayaran non-tunai, QR code.
Lantas apa hubungannya pengamen jalanan dengan teknologi pembayaran yang merupakan evolusi kode batang dari satu dimensi menjadi dua dimensi?
CEO Go-Pay, Aldi Haryopratomo, mengatakan teknologi QR code membuka jalan bagi musisi jalanan untuk tetap eksis dan berpenghasilan di era digital.
QR code, kata dia, bisa digunakan sebagai pembayaran bagi para penikmat karya seni mereka.
“Saya dapat ide ini waktu car free day. Waktu itu saya terpikat lantunan lagu seorang pengamen. Pas mau bayar, saya gak bawa dompet tapi bawa HP. Nah, dari situlah saya punya ide QR code buat kawan-kawan musisi ini,” kata Aldi di Jakarta, Kamis (20 Juni 2019).
QR code tidak terbatas digunakan musisi jalanan saat manggung. Aldi mengatakan, QR code ini bisa dipasang di akun media sosial para musisi yang merilis lagunya via Instagram, Youtube hingga Spotify.
“Saat perform, QR code ini kan bisa di bawa kemana-mana. Bisa ditempel di gitar atau ditampilkan di akun Instagram lalu di scan QR code oleh penggemar atau penikmatnya,” ujar Aldi.
Rektor Institut Musik Jalanan (IMJ) Andi Malewa mengatakan era digital bisa menghapus stigma buruk musisi jalan. Dengan QR code, menurut dia, musisi jalanan bakal naik level sehingga tidak perlu lagi ngamen di lampu merah.
“Ketika mereka melek teknologi lalu mengerti ponsel menggunakan QR code, maka saat itu level mereka naik. Masa ngamen di lampu merah pakai QR code. Otomatis mereka akan cari jalan lebih kreatif seperti di smart city hingga mall.”
“Kadang kalo ngasi duit di depan umum gak enak dilihat semua orang,” ujarnya.
Bagaimana Cara Mendapat QR code?
Andi mengatakan seorang musisi jalanan yang berhak mendapatkan QR Code harus memenuhi syarat. Pertama, kualitas musik harus bagus sekaligus melek teknologi seperti penggunaan ponsel, paham media sosial hingga melalui interview yang dilakukan IMJ.
Untuk penilaian kualitas musik IMJ punya musisi tenar sekelas Glenn Fredly dan Ridho Slank. Untuk literasi digital para musisi jalanan ini diikutkan pelatihan dan pendidikan singkat.
“Sistem perekrutan sangat kompleks. Pakai identitas KTP, surat keterangan bebas narkoba, SKCK sampai kami interview. Setelah semua tahapan lolos baru kami berikan QR code dan berhubungan dengan Go Pay.”
Hingga saat ini pengamen jalanan yang telah mendapat scan QR code baru 80 orang. Aldi mengatakan Jakarta akan menjadi pilot project yang akan disebarkan ke kota-kota lain.
“Awalnya era digital ini membuat kami sangat kesulitan. Tapi dengan melek teknologi kami tertantang untuk kembali berkreativitas,” tegas Andi.