Chief RA Dukung Marketplace Fasilitasi Produk Lokal dan UMKM | BECABUILT

Chief RA Dukung Marketplace Fasilitasi Produk Lokal dan UMKM

Jakarta, becabuilt.technology – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengapresiasi peran Blibli.com yang turut memberikan fasilitas digital kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
“Kenapa saya dukung Blibli? karena mereka perhatian kepada produsen lokal, terutama UMKM,” kata Rudiantara di acara perayaan Ulang Tahun Blibli.com yang ke-8 tahun di Jakarta, Jumat (26 Juli 2019).
Chief RA, sapaan karib Rudiantara, mengatakan dengan mendukung UMKM berarti telah memperkuat pondasi ekonomi nasional. Sekitar 56 persen, kata dia, perekonomian Indonesia di topang dan di generate oleh UMKM.
Program yang mengutamakan produk lokal dan UMKM bagus untuk melawan banjirnya produk luar negeri yang masuk secara offline maupun online.
Skenario terburuk menurut Chief RA adalah ketika produk luar negeri masuk ke Indonesia lewat politik Dumping. Politik Dumping adalah kebijakan yang dilakukan dengan menjual produk di luar negeri lebih murah dari pada dalam negeri
“Barang luar negeri itu bisa saja masuk ke sini lewat Dumping, makanya saya mendukung produk lokal dan UMKM,” kata dia.
Chief RA juga mengapresiasi kemunculan perusahaan digital maupun startup yang sudah menjadi perusahaan besar dan berkembang pesat. Kondisi ini, kata dia, menjanjikan perekonomian di Indonesia ke depan.
“Tentu kita harus terus mendorong produk lokal. Apa artinya? Yang dijual kebanyakan adalah produk-produk Indonesia, baik untuk di konsumsi di dalam negeri maupun didorong ke luar negeri.” ujarnya. 
CEO Blibli.com Kusumo Martanto mengatakan punya cita-cita untuk melakukan ekspor produk Indonesia secara besar-besaran ke luar negeri melalui platform luar negeri. 
Saat ini jumlah UMKM di Blibli baru sekitar 10 ribu dari total merchant sebanyak 70 ribu. Menurut Kusumo, jumlah sebanyak itu belum bisa untuk melakukan ekspor besar-besaran. Belum termasuk literadi digital bagi para pelaku UMKM yang menurut dia masalah besar dan pelik. 
“Karena kalau ekspor itu harus kita yang benar-benar produksi barangnya lalu kirim ke luar. Kami siap bantu ekspor tapi ada tahapan-tahapan yang harus dilalui,” ujarnya.