Apa Kabar Industri Ponsel Lokal? Ini Jawaban Kemenperin | BECABUILT

Apa Kabar Industri Ponsel Lokal? Ini Jawaban Kemenperin

Jakarta, becabuilt.technology – Kementerian Perindustrian mencatat industri ponsel di dalam negeri mengalami pertumbuhan jumlah produksi yang cukup pesat selama lima tahun terakhir.
Hal itu tidak terlepas dari upaya pemerintah memacu pengembangan di sektor telekomunikasi dan informatika (telematika) tersebut.
“Meningkatnya produksi ponsel di Indonesia, antara lain karena penciptaan iklim usaha yang kondusif serta kebijakan hilirisasi dan pengoptimalan komponen lokal sehingga lebih banyak memberi nilai tambah,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seperti dikutip dari situs web Kemenperin yang diakses Rabu (10 Juli 2019).
Pada 2013, misalnya, impor ponsel mencapai 62 juta unit dengan nilai sebesar US$ 3 miliar, sedangkan produksi dalam negeri sekitar 105 ribu untuk dua merek lokal. Akhirnya, pemerintah mengeluarkan regulasi yang bertujuan mengurangi produk impor dan mendorong produtivitas di dalam negeri.
Hasilnya, pada 2014 impor ponsel mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya menjadi 60 juta unit. Sementara itu, produksi ponsel dalam negeri tumbuh signifikan menjadi 5,7 juta unit.
Selanjutnya, pada 2015, produk impor merosot hingga 40 persen dari tahun sebelumnya menjadi 37 juta unit dengan nilai US$ 2,3 miliar. Sementara produksi ponsel di dalam negeri semakin meningkat sebesar 700 persen dari tahun 2014, menjadi 50 juta unit untuk 23 merek lokal dan internasional.
Pada 2016, produk impor ponsel menurun kembali sekitar 36 persen dari tahun sebelumnya, menjadi 18,5 juta unit dengan nilai US$ 775 juta. Untuk ponsel produksi dalam negeri meningkat sebesar 36 persen dari tahun 2015, yaitu menjadi 68 juta unit.
Terakhir, pada 2017, impor ponsel turun menjadi 11,4 juta unit, sedangkan produksi ponsel di dalam negeri 60,5 juta unit untuk 34 merek, sebelas di antaranya adalah merek lokal.
Kesebelas merek lokal tersebut, yaitu SPC, Evercoss, Elevate, Advan, Luna, Andromax, Polytron, Mito, Aldo, Axioo, dan Zyrex.
“Produk nasional ini telah memiliki branding kuat untuk pangsa pasar menengah ke bawah maupun kelas menengah ke atas,” kata Menperin.
Ia mengatakan, semakin meningkatnya kemampuan daya saing ponsel nasional akan menguatkan citra positif dan popularitas produk tersebut di mata konsumen domestik dan internasional.