Yuk, Jelajah Kebun Raya Bogor dengan Aplikasi Jawara | BECABUILT

Yuk, Jelajah Kebun Raya Bogor dengan Aplikasi Jawara

Bogor, becabuilt.technology – Kota Bogor adalah destinasi wisata bagi kaum Jakarta di akhir pekan. Salah satu lokasi wisata yang paling disasar adalah Kebun Raya Bogor.
Dengan luas sekitar 87 hektar dan ribuan koleksi tanaman, Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya Bogor menjadi tujuan wisata edukasi yang luas untuk dijelajahi wisatawan.
Namun, tak sedikit dari pengunjung KBR yang kebingungan untuk menuju pintu keluar atau lokasi yang dituju. Bahkan, ada pula yang tersesat saat menyusuri kebun raya yang berdiri sejak 18 Mei 1817 tersebut.
Untuk membantu pengunjung, Pengelola PKT Kebun Raya Bogor akhirnya membuat aplikasi berbasis Android bernama Jawara (Jelajah, Belajar, dan Wisata).
Manajer Humas dan Kerja Sama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kawasan Bogor, Ayi Doni Darussalam, mengatakan, sebagai pengantar aplikasi menyediakan bahasa Indonesia dan Inggris.
“Dengan Jawara yang bisa diunduh secara gratis melalui Play Store ini pengunjung bisa mengetahui jalur yang dilalui dari pengunjung berada menuju spot yang ingin dituju,” kata dia seperti dikutip dari Antaranews.com, Senin (24 Juni 2019).
Selain itu, sebanyak 20 tanaman yang langka dan memiliki nilai historis, dan eksotis juga dibahas lengkap di aplikasi Jawara. Ke depan, pengelola Kebun Raya Bogor juga akan menambah informasi-informasi pada aplikasi yang mulai dioperasikan sejak 2017 itu.
Awalnya, Jawara hanya menyediakan panduan dan informasi tentang KBR, tapi kini juga menjadi panduan untuk tiga kebun raya lainnya yang diurus LIPI, antara lain Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi (Pasuruan, Jawa Timur), dan Kebun Raya Bali di Bedugul.
Aplikasi Jawara ini tak hanya sebagai panduan bagi pengunjung tentang rute dan toilet, tapi juga membantu pengunjung mendapatkan wawasan dunia tumbuh-tumbuhan dan tempat bersejarah lain.
Kebun Raya Bogor yang didirikan pada 18 Mei 1817 di bawah pimpinan Profesor Caspar George Carl Reinwardt tersebut awalnya merupakan pusat penelitian tanaman yang hanya memiliki nilai ekonomi bagi pemerintah kolonial Belanda.
Kini dengan koleksi 12.141 spesimen dari 1.202 jenis tanaman, Kebun Raya Bogor menjadi pusat penelitian dan konservasi beragam tanaman dan “menjelma” sebagai kebun botani terbaik keenam di dunia, serta terbaik di Asia Tenggara.