Yuk! Intip 11 Kebiasaan CEO Twitter Jack Dorsey | BECABUILT

Yuk! Intip 11 Kebiasaan CEO Twitter Jack Dorsey

becabuilt.technology – CEO dan Co-Founder Twitter, Jack Dorsey, telah menjadi sosok miliuner berkat layanan media sosialnya tumbuh besar seperti sekarang.
Sebagai orang “yang membuat wadah hal-hal yang viral dan menjadi perbincangan populer”, siapa yang lebih pusing dibanding Dorsey? Dia dan jajaran Twitter saban hari mendapat kritikan dan keluhan dari layanan yang kini telah berusia 13 tahun itu.
Ketika Twitter  telah “keluar rel” dari apa yang ia pikirkan semila, seperti penyebaran propaganda melalui bot atau kekerasan bullying serta pelecehan seksual, Dorsey menyadari bahwa dirinya telah gagal untuk melindungi penggunanya. Twitter pun memperbarui mekanisme platformnya untuk memerangi hal-hal seperti itu.
Di tengah kesibukannya dan tentu saja omelan penggunanya, kehidupan Dorsey juga sama dengan orang-orang biasanya. Hanya, memiliki rutinitas yang khusus, seperti berikut ini:
Meditasi dua kali sehari
Dampak terbesar bagi kesehatan mental adalah meditasi. Dorsey mengatakan, bahwa ia telah berlatih meditasi selama 20 tahun. Ia biasa melakukannya sejam di pagi dan malam hari.
“Saya kurang lebih berlatih dua jam sehari, tetapi jika Anda bisa melakukannya 10 menit, dan kadang-kadang hanya itu yang saya dapatkan, itu saya lakukan juga,” kata dia seperti ditulis CNBC, 8 April lalu, yang diakses Senin (15 Juli 2019).
Memang, meditasi diyakini telah memiliki manfaat untuk mengurangi stres, kegelisahan, dan depresi serta meningkatkan konsentrasi dan kemampuan multitasking.
Berjalan kaki ke tempat kerja
Selama dua taun, huja atau cerah, Dorsey mengaku telah rutin berjalan kaki dari rumahnya ke kantornya, berjarak lima mil, yang ditempuh dalam waktu 1 jam 15 menit.
“Saya mungkin terlihat seperti jogging daripada berjalan kaki,” kata dia. “Ini sesuatu yang menyegarkan…ini adalah waktu-waktu yang bisa kamu dapatkan apa yang disukai: ‘Wow, I’m alive!”
Namun, sejak sembilan bulan lalu, dia memutuskan untuk bekerja dari rumah pada Selasa dan Kamis. Alasannya, ia butuh lebih banyak ruang untuk berpikir.
Berolahraga (workout) selama tujuh menit
Ketika tidak berjalan kaki ke kantor, ia biasanya memilih bersepeda dan melakukan olahraga tujuh menit mengikuti panduan aplikasi Seven. “Saya tidak punya pelatih pribadi. Saya juga tidak pergi ke gym,” kaa dia.
Sauna dan pemandian es
Tiga tahun lalu, Dorsey mulai menikmati sauna dan mandi es pada malam hari. Pertama kali duduk di ruang sauna, panasnya 220 derajat selama 15 menit. Setelah itu, ia juga melakukan pemandian es dengan suhu 37 derajat selama tiga menit. Baru-baru ini, ia membeli tenda kecil SuanaSpace yang menggunakan lampur inframerah yang menurutnya lebih membantu mengeluarkan keringat dan dengan suhu jauh lebih rendah.
Memang, keringat bukanlah alat utama tubuh untuk menghilangkan racun. “Keringat dapat melepaskan beberapa racun dan beberapa bahan kimia, tapi … [organ] yang bertanggung jawab untuk mendetosifikasi sistem kita adalah ginjal dan hati.Keduanya melakukan pekerjaan yang sangat baik sehingga, sungguh, keringat tidak perlu melakukan itu,” ujar Dee Anna Glaser, profesor dermatologi di Universitas St. Louis dan presiden International Hyperhidrosis Society kepada The Atlantic.
Menggunakan meja berdiri dengan bola lampu inframerah
“Ketika saya bekerja, saya menyalakannya,” kata Dorsey. Namun, ia tidak terlalu spesifik menjelaskan mengapa dirinya memakai bohlam inframerah di dekat meja kerjanya itu.
Namun, ada informasi bahwa cahaya inframerah membantu regenerasi sel dan anti-penuaan serta mencegah penyakit dan cedera. Ada sejumlah penelitian, menurut WebMD, juga menyebutkan cahaya inframerah dapat mengurangi rasa sakit. Meski ada yang menyebutkan pula bahwa radiasi inframerah bisa berdampak buruk bagi kulit.
Mulai hari dengan mandi air dingin
Menurut dia, dia biasa beredam air dingin ketimbang air hangat karena bisa merangsang dan membuka sesuatu hal di pikirannya.
Secara medis, menurt ilmuwan olahraga Ned Brophy-Williams kepada Fast Company, berendam diri dalam air dingin akan mengalirkan darah dan bisa membantu mengurangi peradangan dan pembengkakan. Namun, jika tiba-tiba mencelupkan diri di air terlalu dingin bisa membuat jantung tegang dan berbahaya bagi orang-orang bermasalah jantung, menurut CNN.
Mengonsumsi suplemen
“Satu-satunya suplemen yang saya konsumsi harian adalah multivitamin dan vitamin C, tapi lebih banyak vitamin C,” kata Dorsey.
Menuru Mayo Clinic, Vitamin C membantu mengurangi risko penyakit kronis dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Namun, terlalu banyak Vitamin C juga berbahaya bisa berpengaruh pada pencernaan, sakit kepala, dan insomnia.
Pola makan
Dorsey hanya makan pada malam hari sekitar pukul 18.30 dan pukul 21.00. Yang ia santap adalah ikan, ayam, steak dengan salad, bayam, asparagus, atau kubis Brussel. Sebagai pencuci mulut ia biasa menggunakan campuran buah beri atau cokelat hitam, terkadang minum anggur merah.
Menurut dia, melakukan rutinitas itu dua pekan pertama sangat sulit, tapi setelah itu mulai terbiasa.
Efeknya? Dorsey menjawab: “Pada siang hari, saya merasa jauh lebih fokus…, ” kata dia. Namun, kebiasaan makan itu juga mempengaruhi tidurnya yang dengan lebih cepat.
“Saya bisa pergi tidur dan benar-benar pingsan dalam 10 menit. Itu benar-benar mengubah seberapa cepat saya merasa tertidur dan terlebih lagi seberapa dalam saya merasa saya tertidur. ”
Puasa di akhir pekan
Dorsey melakukan puasa dari Jumat hingga Minggu. “Saya tidak akan makan malam pada hari Jumat. Saya tidak akan makan malam atau makan apa pun pada hari Sabtu. Dan pertama kali saya makan adalah Minggu malam. Saya sudah melakukan itu tiga kali sekarang, saya melakukannya dengan cepat dengan hanya minum air,” kata Dorsey.
“Pertama kali saya melakukannya, seperti hari ketiga, saya merasa seperti berhalusinasi. Itu adalah keadaan yang aneh untuk dilalui. Namun, ketika saya melakukannya untuk kedua kalinya, menjadi sangat jelas bagi saya berapa banyak dari hari-hari kita yang fokus pada makanan … dan, bagaimana waktu benar-benar melambat, ” kata dia kepada Greenfield.
Namun, apa yagn dilakukan Dorsey harus sesuai konsultasi dokter. Sebab, berisiko melakukan puasa ekstrem dan puasa yang berlangsung lebih dari 24 jam.
Mengecek kualitas tidur
Dorsey memiliki alat untuk mengukur kualitas tidur, kecepatan pemulihan, dan aktivitas sehari-hari.
Menulis diary
Dorsey menulis tentang hari-harinya di aplikasi Notes di iPhone-nya. “Saya mencoba melakukan itu setiap hari, biasanya ketika saya mengakhiri hari,” kata Dorsey. “Itu bisa dicari waktunya. Itu dapat dilakukan sepanjang waktu sebab tersimpan di cloud, jadi saya bisa mendapatkannya walaupun saya tidak punya ponsel. Itu aman,” kata dia.
Hmmm…ada yang mau mencoba resep sehat Dorsey?