Riset: 85 Persen Pelanggan Suka Belanja Via Perangkat Mobile | BECABUILT

Riset: 85 Persen Pelanggan Suka Belanja Via Perangkat Mobile

Jakarta, becabuilt.technology – Platform online untuk fesyen dan gaya hidup, Zilingo, mengungkap perilaku belanja pelanggan Indonesia pada semester pertama 2019. Berdasarkan hasil survei tersebut, disimpulkan, bahwa sebanyak 85 persen pelanggan Indonesia berbelanja online menggunakan perangkat mobile.
“Kemudahan dalam mencari, membeli dan menerima barang melalui berbagai metode pengiriman, serta banyaknya pilihan yang tersedia mendorong konsumen untuk melakukan lebih banyak transaksi secara online daripada sebelumnya. Ini dibuktikan dengan hasil survei kami, yang memperlihatkan, banyak pelanggan yang menggunakan perangkat mobile untuk berbelanja,” kata Sarah Humaira, VP dan Head of B2C Marketing Zilingo melalui siaran pers, Sabtu, (13 Juli 2019).
Adapun hasil survei tersebut, sebagai berikut:
1. Produk fesyen tetap menjadi kategori yang paling banyak dibeli.
Sebagai destinasi utama dalam hal fesyen dan gaya hidup, tidak mengejutkan jika pakaian
dan aksesoris fesyen menjadi prioritas utama pelanggan kami  mengunjungi dan
berbelanja di Zilingo.
Lima kategori teratas yang terjual pada semester pertama 2019 adalah, pakaian (31,11%), sepatu (20,23%), kebutuhan rumah tangga (11,46%), pakaian Muslim (9,19%), serta tas dan dompet (5,43%).
“Selain itu, data juga menunjukkan bahwa para pelanggan mulai membeli lebih banyak barang untuk kebutuhan rumah mereka seperti keperluan kamar tidur, dekorasi rumah serta penyimpanan untuk pakaian dan sepatu, yang menjadikan Zilingo sebagai platform lengkap untuk memenuhi kebutuhan fesyen dan gaya
hidup mereka,” ujar Sarah.
2. Pelanggan laki-laki semakin peduli dengan penampilan.
Lebih dari 40% pelanggan Zilingo adalah pria dengan pilihan busana paling digemari, yaitu
kaos dan kemeja polo (14,75%), sandal (8,34%), sepatu (8,14%), pakaian kasual (7,39%),
dan kemeja formal (5,95%).
Sebagai perbandingan, hampir 60% pelanggan Zilingo adalah wanita dan lima produk yang
paling banyak dibeli adalah flatshoes (7,84%), sepatu kasual (7,81%), sandal (6,81%),
atasan dan tunik (6,72%), serta legging (6,63%).
3. Ponsel dan tablet semakin populer untuk keperluan belanja online.
Smartphone dan tablet kian memudahkan pembeli untuk mencari produk dan menemukan
ulasan dari pelanggan lain sebelum melakukan transaksi. Tren ini juga populer diantara para
pelanggan Zilingo yang 85% diantaranya melakukan transaksi langsung melalui aplikasi mobile
Zilingo.
Sebagian besar transaksi juga terjadi saat istirahat makan siang antara jam 12 – 2
siang atau selepas jam kerja antara jam 6 sore – 8 malam.
“Hal ini menunjukkan bahwa online shopping telah menjadi sebuah rutinitas yang pelanggan lakukan dalam waktu luang mereka,” tambah Sarah.
4. Pelanggan dari pulau Jawa mendominasi pembelian.
Lebih dari 50% transaksi di Zilingo berasal dari pulau Jawa, khususnya di Jawa Barat.
Menyusul di tempat kedua dan ketiga adalah Sumatera dan Sulawesi. Jika ditelaah
berdasarkan kota, Medan berada di posisi pertama sebagai kota dengan jumlah pesanan
terbesar, diikuti oleh Surabaya, dan Bekasi.
5. Pelanggan lebih memilih fitur pembayaran Cash on Delivery.
Sebagai salah satu dari sebagian kecil platform e-commerce yang menawarkan layanan Cash
on Delivery (COD), Zilingo meringankan salah satu tantangan pelanggan ketika berbelanja
secara online.
Fitur COD ini terbukti diterima dengan baik oleh pelanggan Zilingo, karena
sebagian besar pembelian di Zilingo menggunakan fitur pembayaran ini. Melalui COD,
pelanggan yang minim atau tanpa akses ke bank tetap dapat membeli keperluan fesyen favorit
mereka dimanapun mereka berada. Pelanggan juga dapat memeriksa produk yang dibeli
secara langsung sebelum membayarnya.
“Paruh pertama tahun 2019 merupakan waktu yang mengasyikkan bagi
pelanggan kami di Indonesia. Setelah meluncurkan beberapa kampanye terbesar pada tahun 2019 termasuk #BelanjaVersiGue di Ramadan Ini untuk para pelanggan kami di Indonesia. Kami berharap dapat terus meningkatkan pengalaman belanja pelanggan kami melalui penawaran dan inisiatif pemasaran kami,” pungkas Sarah.