Kematian Tragis Bianca Devins, Instagram Banjir Warna Pink | BECABUILT

Kematian Tragis Bianca Devins, Instagram Banjir Warna Pink

becabuilt.technology – Media sosial Instagram (IG) sedang dibanjiri foto-foto gadis remaja 17 tahun yang meninggal dunia setelah dibunuh oleh seorang laki-laki yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka, Selasa (16 Juli 2019).
Nama gadis itu Bianca Devins yang dibunuh di Utica, New York, pada Minggu (14 Juli). Di mata keluarga, Devins adalah gadis yang berbakat dalam seni, penuh kasih, dan perempuan muda yang luar biasa.
Gambar-gambar Bianca yang digorok lehernya itu diunggah di akun Brandon Clark di Discord, aplikasi yang khusus dipakai para penggemar video games untuk bertukar pesan baik teks, video, maupun gambar.
Foto mengerikan itu juga sempat beredar di Stories IG dan 4chan, tapi sebagian pengguna telah lebih dulu menyalinnya sebelum IG melakukan penghapusan. Seperti diberitakan BBC.com, banyak dari warganet sempat meninggalkan komentar dan mengutuk di akun IG Brandon Andrew Clark (@yesjuliet). Namun, akun tersebut kini telah ditutup oleh Instagram. Di IG kini mulai bermunculan akun-akun atas nama Brandon Andrew Clarck.
Sebelum ditutup, seperti diberiktan Mashable Asia Tenggara, Brandon menuliskan dalam akunnya saat mengunggah foto itu, begini: “Maaf f**kers, kau harus menemukan orang lain untuk mengorbit.”
Dia juga mengaku telah berhubungan seks dengan Devins, membagikan nama aslinya, dan alamat rumahnya sebab selama ini Devins dikenal secara anonim.
Maksud dari “mengorbit” itu untuk menggambarkan praktik kencan di media sosial terakhir. Akhir-akhir ini, istilah ini juga digunakan untuk menggambarkan laki-laki yang dekat dengan perempuan di medsos dengan harapan bisa “meniduri” perempuan itu.
Pengalihan Gambar
Untuk mengalihkan foto-foto mengerikan itu, warganet IG mulai mengunggah foto-foto Bianca yang lain dengan gambar bunga dan seekor kucing serta awan merah muda.
Tagar namanya pun menjadi populer, seperti #escty dan #ripbianca. Postingan-postingan itu diharapkan bisa mengalahkan dan mengubur gambar-gambar mayat tragis Bianca sehingga jadi sulit untuk dilacak kembali. Akun IG Bianca (@escty) masih dibiarkan terbuka oleh Instagram, tapi tidak ada yang bisa masuk ke akunnya untuk melakukan perubahan.
Menyikapi kejadian itu, Instagram saat ini sedang berusaha bersama polisi dan menggunakan teknologi serta laporan dari warganet  untuk menghapus akun lain yang masih menyebarkan foto-foto Bianca.
“Kami melakukan segala upaya untuk menghapus konten ini dari platform kami,” kata juru bicara Facebook, seperti dikutip dari BBC.
“Kami tidak ingin orang lain melihat konten yang melanggar kebijakan kami. Tujuan kami untuk mengambil tindakan secepat mungkin—selalu ada ruang untuk perbaikan.”
“Pikiran kami saat ini kami tujukan kepada mereka yang terkena dampak dari peristiwa tragis ini.”
Perusahaan juga memblokir dan menonaktifkan tagar terkait dengan gambar, seperti #yesjuliet. Instagram juga mengaburkan gambar untuk menghapus foto-foto tubuh Devin.
Juru bicara Instagram, Stephanie Otway dalam email kepada Mashable mengatakan, “Kami tidak bekerja dengan situs lain secara langsung, tetapi ketika tim kami mengetahui gambar lain dari kejadian ini di situs lain, kami juga mengaburkannya sebagai tindakan pencegahan untuk diunggah kembali di Instagram,” kata dia.
Adu Mulut
Dalam sebuah pernyataan di Facebook, Kepolisian Utica mengatakan, antara Devins dan Brandon telah berkenalan di IG sejak dua bulan lalu. Mereka juga menghadiri sebuah konser malam sebelum kejadian tragis itu dan terjadi adu mulut dalam perjalanan pulang.
Akhirnya polisi mengusut Brandon Clark setelah mendapatkan laporan dari pengguna Discord.
Bahkan, Brandon sendiri sempat menelepon 911 dan saat polisi datang dirinya melukai tubuhnya sendiri. Saat ini dia sedang dirawat karena dalam kondisi kritis, tapi masih bisa bertahan hidup.
Seorang teman Devins kepada Rolling Stone mengatakan, bahwa hubungan keduanya sangat “platonis”. Devins sendiri, seperti diberitakan Mashable, sering mengunjungi Discord dan forum anonim 4chan dan memasukkan Minecraft dan Hello Kitty di-postingan-nya.
Devins dikenal sebagai e-girl–gadis-gadis online populer yang selalu “mengorbit” setiap hari, subkultur gadis muda yang cenderung memiliki banyak pengikut di TikTok, Tumblr, dan Instagram. Ia memadukan gaya gamer dengan estetika EMO (emotional music hardcore)—gaya musisi yang berakar kuat dari punk rock dengan ciri khas musik melodius disertai lirik ekspresif.
Foto-foto Devins menjadi viral di medsos seperti kejadian penembakan di dua masjid di Selandia Baru empat bulan lalu. Saat itu si pelaku melakukan streaming video penembakan terhadap anak-anak, perempuan, dan laki-laki. Kejadian membuat Facebook dikritik karena gagal menghapus segera semua jejak rekaman tragis tersebut.
Setelah mendapat kritikan itu, Facebook menyatakan telah menghapus 1,2 juta salinan video dalam waktu 24 jam dan memblokir 300.000 lebih akun. Namun, foto-foto dan potongan videonya masih menyebar dan muncul di media sosial lain, ada pula yang dipakai untuk foto profil.
Menyikapi kasus itu, Facebook kini sedang mengembangkan alat otomatis canggih untuk menjaga platform agar tetap aman. Dan, kejadian Bianca ini kembali membuat pukulan berat bagi Facebook, sebagai perusahaan induk dari Instagram.