Inilah 17 Gejala Kamu Termasuk Pecandu WhatsApp | BECABUILT

Inilah 17 Gejala Kamu Termasuk Pecandu WhatsApp

Jakarta, becabuilt.technology – Berapa lama kamu melihat WhatsApp dalam 24 jam?
Internet dan media sosial telah membuat jam biologis seseorang berubah drastis. Contoh paling simpel: jam berapa Anda tidur dan benda apa yang kamu pegang sebelum tidur?
Buku? Tidak.
Buku tiba-tiba telah menjadi usang di mata generasi internet. Barangkali tinggal menunggu waktu, bahwa buku fisik akan menjadi artefak atau semacam benda keramat di kehidupan serbadigital. Dan, buku bukan pilihan menarik untuk dipegang sebelum tidur.
Jawaban yang tepat adalah ponsel pintar (smartphone). Apa yang sering dibuka jika bukan media sosial, seperti WhatsApp, Instagram, Facebook, Twitter, Pinterest, atau YouTube.
Smartphone telah mendorong jam tidur seseorang menjadi mundur karena “keranjingan yang mengasyikkan” untuk mengakses beragam gosip, status teman, stories idola, atau berita (termasuk, hoaks sekalipun).
WhatsApp adalah jejaring sosial paling populer di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Aplikasi satu ini juga yang telah menyedot perhatian hampir orang dewasa dari kehidupan nyata.
Seperti dikutip dari Metro.co.uk, yang diakses Minggu (14 Juli 2019), untuk mengetes apakah dirimu termasuk pecandu WhatsApp atau bukan, sebaiknya baca dan resapi 17 hal berikut ini:

Kamu selalu mengecek WhatsApp setiap waktu begitu ada notifikasi pesan masuk
WhatsApp menjadi benda yang paling pertama kamu cek setelah melek dari tidur dan sebelum berangkat tidur.
Selalu memperbarui (update) status di pesan setiap hari.
Kamu membaca kembali percakapan di WhatsApp ketimbang buku di tempat tidur. Biasanya mencari-cari detail percakapan.
Kamu merasa begitu senang ketika seseorang yang kau sukai masih online. Dan, kamu menganggap dirinya memikirkanmu… (hmmm…. jangan terburu-buru berpikir aneh-aneh!)
Dan selalu ingin mengetikkan sesuatu.
Kamu mulai menganalisis kehidupan mantan kekasih atau suami/istri berdasarkan kapan dirinya terakhir online.
Kamu merasa waswas ketika pesan yang kamu kirim ke seseorang tak berbalas langsung. Dan, memikirannya meski orang tersebut berstatus online.
Ketika kamu menonton di bioskop masih membuka WhatsApp karena tak ingin tertinggal dari percakapan dengan teman atau sebuah WhatsApp Grup.
Kamu mencari sesuatu yang tak dipahami di Google. Barangkali karena mendapati istilah di sebuah percakapan.
Kamu mulai curiga dengan seseorang yang tidak memiliki profile picture atau menampilkan status “last seen”.
Kamu memiliki banyak WAG, bahkan sebagian anggotanya itu juga orang-orang yang sama pula.
Kamu berjanji kencan dengan teman atau kekasih, tapi justru lebih banyak bermain WA di lokasi kencan atau tempat pertemuan.
Kamu sepenuhnya percaya pada hal yan gluar biasa datang dari WhatsApp, entah itu informasi, berita, foto-foto, atau lainnya. Karena, hanya WA-lah satu-satunya saluran informasi yang kamu pakai, bukan yang lain.
Kamu begitu senang ketika mendapatkan fakta dan tips terkait WhatsApp
Inginnya selalu terkoneksi internet. Bahkan, kebingungan ketika sinyal hilang, atau cepat-cepat mencari wi-fi gratis di resto atau kafe.
Terakhir kamu lebih suka dan enjoy bersama teman-temanmu di WA ketimbang teman di dunia nyata. Dan, kamu begitu menikmati hal itu.